20 Ibu Rumah Tangga di Sorong Ikuti Pelatihan Merajut Noken

Kapabar – Sebanyak 20 ibu rumah tangga di Kota Sorong mengikuti pelatihan merajut noken yang digelar Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat.
Peserta terdiri dari 17 Orang Asli Papua (OAP) dan 3 non-OAP. Pelatihan berlangsung di Aula Maranatha, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu, 16 September 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Sorong, Margareth Alurie Urbinas, mengatakan merajut noken merupakan keterampilan membuat tas tradisional khas Papua.
“Noken merupakan identitas Tanah Papua yang digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Pelatihan ini sangat penting karena juga bernilai ekonomis,” ujar Margareth kepada wartawan.
Ia menjelaskan, selama pelatihan para peserta didampingi instruktur berpengalaman. Selain itu, setiap peserta juga diberikan bantuan satu paket benang rajut dan jarum untuk merajut noken.
Dia menambahkan, kegiatan ini dibiayai dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) melalui DPA Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Sorong dengan total anggaran Rp100 juta.
“Setelah pelatihan ini kami akan membentuk kelompok untuk melakukan pengawasan, supaya pelatihan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kaum ibu rumah tangga,” pungkasnya.
Sementara itu, mewakili Walikota Sorong, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Sorong, Musa Fonataba mengatakan, kegiatan pelatihan merajut noken salah satu bentuk nyata dari Pemerintah Kota Sorong dalam memberdayakan masyarakat khususnya kaum perempuan.
“Agar, kaum perempuan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomi,” ujar Musa mengawali sambutannya.
Menurut Musa, merajut mungkin terlihat sederhana, namun apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh, keterampilan ini dapat menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai jual serta menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Setelah ini, kembangkan apa yang sudah didapatkan dan ajarkan juga keterampilan yang diperoleh kepada keluarga agar manfaatnya semakin luas,” sebutnya.
Dia berharap, pelatihan itu dapat memberikan manfaat nyata, meningkatkan keterampilan dan kreativitas para peserta serta menjadi langkah awal untuk menciptakan usaha-usaha baru yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga juga masyarakat Kota Sorong. *RSR
