Ekonomi Bisnis

Pegadaian Paparkan Tentang Literasi Finansial Merdeka

Kapabar – PT Pegadaian Kantor Area Sorong bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat memaparkan tentang Literasi Merdeka Finansial kepada mahasiswa-mahasiswa-mahasiswi Universitas Victory Fakultas Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Gedung Lambert Jitmau, Selasa (27/6).

Deputi Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Sorong, Abdul Lafaz Isniny mengatakan, menginjak usia ke-122 di tahun 2023, merupakan usia yang cukup panjang dalam melayani kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Bersama stakeholder maupun lembaga keuangan untuk bisa memberikan edukasi atau memberikan literasi keuangan dalam hal ini meningkatkan kondisi keuangan yang inklusif,” kata Abdul Lafaz mengawali sambutannya.

Keuangan yang inklusif, kata Abdul Lafaz, yakni kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Adapun manfaat dari inklusif keuangan itu diantaranya meningkatkan efisiensi ekonomi, mendukung stabilitas sistem keuangan, mengurangi shadow banking atau bank gelap dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal serta nasional yang berkelanjutan,” ungkap Abdul Lafaz.

Abdul Lafaz berharap, terlaksana kegiatan itu dapat memberikan kontribusi yang cukup untuk pembangunan, kesejahteraan masyarakat khususnya di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Sementara itu, Pj. Wali Kota Sorong atau yang diwakili Asisten II Setda Kota Sorong, Thamrin Tajuddin mengatakan, Literasi Merdeka Finansial merupakan salah satu program yang digagas menjadi program strategis.

“Seiring semakin modernnya perkembangan jaman sehingga hal yang berurusan dengan literasi keuangan ini juga dibuat sedemikian rupa sehingga otoritasnya semakin berkembang dan maju yang berdampak kepada kemajuan masyarakat khususnya di Provinsi Papua Barat Daya,” ujar Thamrin.

Dikatakan Thamrin, bahwa Pemerintah Kota Sorong masih dalam posisi mengendalikan inflasi dengan melakukan zoom meeting untuk seluruh kepada daerah yang ada di Indonesia.

“Ini menandakan kalau pemerintah masih tetap serius mengendalikan inflasi dan sudah menjadi program yang harus terselesaikan dalam beberapa waktu kedepan,” kata Thamrin.

Stabilitas ekonomi, lanjut Thamrin, menjadi target yang lain dari perhatian pemerintah di Provinsi Papua Barat Daya, dimana kestabilan ini terukir di tahun 2022, sehingga Kota Sorong menjadi kota pengendali inflasi terbaik di Indonesia.

“Dengan inflasi terendah di Indonesia. Ini juga bagian dari target teman-teman yang ada di Pegadaian sehingga stabilitas perkembangan ekonomi semakin baik di Kota Sorong,” pungkasnya. *RON

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button