Semarak HKG ke-54, TP-PKK Kota Sorong Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kapabar – Masih dalam suasana Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-54 tahun PKK, Tim Penggerak (TP) PKK Kota Sorong bersama Dinas Kesehatan Kota Sorong menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di Kantor Walikota Sorong, Jumat 17 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, TP-PKK Kota Sorong melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk ikut melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, sebagai bentuk mendeteksi penyakit sejak dini serta mencegah penyakit yang tidak menular.
Ketua TP-PKK Kota Sorong, Jemima Elisabeth mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja TP-PKK Kota Sorong tahun 2026, khususnya pada kelompok kerja (pokja) yang membidangi kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, karena pencegahan lebih baik daripada pengobatan,” ujar Jemima.
Diakui Jemima, kegiatan itu melayani pemeriksaan kesehatan seperti penyakit diabetes dan hipertensi. Kemudian, dalam kegiatan itu juga dilayani skrining penyakit dalam dan pemeriksaan jantung bagi para peserta.
“Dalam kegiatan ini kami melibatkan dua puskesmas, yakni Puskesmas Remu dan Puskesmas Sorong, dengan menghadirkan tenaga medis seperti dokter umum, perawat, serta petugas kesehatan lainnya,” jelas Jemima.
Selain itu, sambung dia, panitia juga menghadirkan dokter spesialis jantung dan spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Sele Be Solu guna memberikan layanan pemeriksaan lanjutan bagi peserta yang membutuhkan.
“Kami juga melibatkan berbagai pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sorong, serta TP PKK tingkat distrik dan kelurahan sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Sorong, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Ia menambahkan, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan peserta dengan indikasi penyakit serius atau komplikasi, maka akan segera dirujuk ke fasilitas layanan kesehatan lanjutan untuk penanganan lebih intensif.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini sehingga dapat mencegah risiko penyakit yang lebih berat,” pungkasnya. *RON
