Laris di Hong Kong, 15 Ribu Kerapu Raja Ampat Tembus Pasar Rp2,38 Miliar

Kapabar – Kerapu hidup asal Raja Ampat jadi primadona baru di Hong Kong. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat hingga September 2026, sebanyak 15.121 ekor kerapu telah terbang ke Hong Kong dengan nilai Rp2,38 miliar.
Angka ini melonjak drastis dibanding 2024 yang baru tercatat satu kali ekspor sebanyak 4.478 ekor senilai Rp1,28 miliar. Tahun ini, dalam sembilan bulan sudah lima kali pengiriman.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Karantina, Wisnu Wasisa Putra, mengatakan ekspor ini bukti laut Papua bisa jadi mesin ekonomi warga pesisir.
“Petugas karantina harus kompeten, pelaku usaha harus didampingi. Ujungnya, nelayan Raja Ampat yang harus merasakan untungnya,” kata Wisnu dalam Webseries Go Ekspor Barantin di Sorong, Rabu (23/9/2026).
Barantin tak hanya menyegel, tapi juga mengawal. Kepala Karantina Papua Barat Daya, I Wayan Kertanegara, menyebut semua kerapu wajib lolos uji ketat sebelum dapat ‘paspor hijau’.
“Kami cek dokumen, fisik, klinis, sampai uji lab virus, bakteri, dan parasit. Harus bebas Hama dan Penyakit Ikan Karantina. Kalau tidak lolos, tidak berangkat,” tegas Wayan.
Menurut Wayan, rahasia gurihnya kerapu Raja Ampat ada di habitatnya.
“Arus bersih, terumbu karang produktif. Dagingnya padat, rasanya gurih khas. Itu yang bikin Hong Kong kepincut,” ujarnya.
Barantin mencatat pelayanan ekspor dilakukan melalui lima pintu di Sorong: Bandara DEO, Pelabuhan Laut Sorong, Pelabuhan Rakyat, Kantor Pos, dan Pelabuhan Arar.
Salah satu pemain utama adalah PT Jaya Samudera Siantan di Pulau Bianci, Raja Ampat. Perusahaan yang berdiri Agustus 2023 ini telah mengekspor 14.755 ekor sepanjang 2026 dan menggandeng nelayan lokal sebagai pemasok.
Peluang masih terbuka lebar. Pasar ikan dan seafood Hong Kong bernilai 5,51 miliar dolar AS pada 2024 dan diproyeksi tumbuh 4,02 persen per tahun hingga 2029. Saat ini Indonesia masih di peringkat 10 pemasok ikan untuk Hong Kong.
Tak hanya kerapu hidup, Papua Barat Daya juga rutin mengirim udang, tenggiri, kakap, dan kerang dara segar dan beku ke delapan negara: Jepang, Arab Saudi, Singapura, Taiwan, Tiongkok, Thailand, Malaysia, dan Amerika Serikat. */RSR
