Ekonomi Bisnis

447 Desa di Papua Barat Daya Belum Terlistriki, PLN Target Tuntas 2029

Kapabar – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Papua Barat Daya menargetkan elektrifikasi 447 desa yang hingga kini belum terjangkau listrik di Papua Barat Daya rampung pada 2029.

General Manager PT PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan program ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemerataan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pelosok.

“Ini komitmen PLN menghadirkan listrik yang andal, efisien, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Saat ini, Rasio Elektrifikasi (RE) Papua Barat Daya sudah 88,92% dan Rasio Desa Berlistrik (RDB) 70,68%. Capaian ini akan terus digenjot melalui program elektrifikasi desa.

Pemerataan listrik, kata Roberth, adalah fondasi penting bagi provinsi baru yang sedang tumbuh. Tantangan geografis tidak mudah, sehingga butuh kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga masyarakat adat.

“Tanpa sinergi, percepatan dan keamanan pekerjaan di lapangan akan sulit tercapai,” katanya.

Manajer UP2K Papua Barat Daya, Deskiniel, merinci dari 1.013 desa di Papua Barat Daya, 447 desa belum berlistrik PLN.

“Targetnya, sisa waktu 2026-2029 dimanfaatkan untuk menuntaskan semuanya,” katanya kepada wartawan di Sorong, Sabtu 24 Oktober 2026.

Adapun tiga skema yang disiapkan, diantaranya:

– Perluasan jaringan, membangun tiang dan kabel yang tersambung ke pembangkit terdekat, untuk desa yang masih terjangkau.
– PLTS komunal, pembangkit terpusat di desa yang dialirkan ke rumah warga lewat jaringan tegangan rendah.
– PLTS individual, panel surya dipasang per rumah untuk wilayah sangat terpencil.

Untuk 2026, PLN membidik 86 desa. Sebanyak 39 desa lewat jaringan konvensional di Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, dan Maybrat.

“7 desa lewat PLTS komunal rampung Juni 2027. Kemudian, 40 desa lewat PLTS individual rampung Maret 2027,” tambah Deskiniel. 

Dari 39 desa jaringan konvensional, 10 desa ditargetkan nyala Desember 2026, sisanya 29 desa menyusul sesuai ketersediaan material dan kondisi lapangan. *RSR 

Tampilkan Lebih Banyak

Leave a Reply

Back to top button