Uncategorized

Minggu Kasih di GKI Elim Malanu, Wakapolresta Ajak Jemaat Tangkal Hoaks dan Manfaatkan Layanan 110

Kapabar – Polresta Sorong Kota terus memperkuat pendekatan humanis lewat Minggu Kasih. Kali ini, Wakapolresta AKBP Gleen Rooi Molle, S.I.K., M.H., mewakili Kapolresta Kombes Pol Amry Siahaan, mengikuti ibadah dan menyampaikan pesan kamtibmas di Gereja GKI Elim Malanu, Distrik Sorong Utara, Minggu (25/10/2026) pukul 06.00 – 07.00 WIT.

Ibadah dihadiri Pendeta Samuel Koi Rewoa bersama majelis dan jemaat.

Pemilihan GKI Elim Malanu bukan tanpa alasan. Wilayah Malanu menjadi perhatian karena laporan kerawanan tindak pidana seperti begal, curanmor, pencurian, dan pemalakan.

Dalam imbauannya, Wakapolresta mengingatkan jemaat untuk lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi di media sosial dan grup pesan. Hoaks, kata dia, adalah informasi bohong yang dapat menyesatkan, menimbulkan keresahan, hingga mengganggu kamtibmas.

Ia menjelaskan ciri hoaks, antara lain judul provokatif, tanpa sumber jelas, narasi berlebihan yang memancing emosi, serta penggunaan foto atau video lama yang diedit tidak sesuai fakta.

“Jangan langsung percaya dan menyebarkan setiap informasi yang kita terima. Saring sebelum berbagi, periksa kebenarannya melalui sumber resmi, dan apabila diragukan, lebih baik tidak diteruskan,” tegasnya.

Selain soal hoaks, Wakapolresta juga mengaitkan pesan kamtibmas dengan tema GKI di Tanah Papua tahun ini, yakni kepedulian. Kepedulian itu harus diwujudkan mulai dari kepada Tuhan, gereja, keluarga, lingkungan, hingga diri sendiri.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci menjaga keamanan, dengan saling mengingatkan dan melaporkan potensi gangguan sejak dini.

Dalam dialog tatap muka, jemaat menyampaikan keluhan terkait begal, curanmor, pencurian, dan pemalakan di sekitar Malanu. Aspirasi ini menjadi catatan penting bagi Polresta.

Menanggapi itu, Wakapolresta menegaskan masyarakat dapat memanfaatkan Layanan Polisi 110 yang gratis dan siaga 24 jam untuk melaporkan kejadian yang butuh penanganan cepat.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan melaporkan aspirasi tersebut kepada Kapolresta, berkoordinasi dengan Kabag Ops untuk peningkatan patroli Reskrim dan Samapta, serta menginstruksikan Kapolsek setempat melakukan patroli di titik rawan.

Kehadiran Polri di tengah jemaat menjadi wujud komitmen untuk mendengarkan, melayani, dan bekerja bersama masyarakat.

“Polisi Bersama Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan membangun kepedulian dan kemitraan demi Sorong yang aman, damai, dan kondusif. */RSR 

Tampilkan Lebih Banyak

Leave a Reply

Back to top button