Jelajah 6 Pulau Terluar, BI-TNI AL Bawa Rp10,6 Miliar di ERB 2026

Kapabar – Komitmen menjaga kedaulatan Rupiah hingga ujung timur Indonesia kembali ditunjukkan Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL).
Melalui seremonial di Gedung Serba Guna Frans Kaisiepo Mako Kodaeral XIV Sorong, Selasa (20/10/2026), Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya resmi dilepas.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Barat, Setian, menegaskan ekspedisi ini merupakan implementasi nyata nota kesepahaman BI dan TNI AL.
“Terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak KASAL dan TNI AL. Sinergi sejak 2012 ini harus terus diperkuat untuk menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” ujar Setian.
Menurut Setian, mendistribusikan Rupiah di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil) tidak mudah. Ribuan pulau, perbatasan dengan 11 negara, serta keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan.
Namun, hasilnya nyata, sejak 2012-2025, BI dan TNI AL telah menggelar 150 kali layanan Kas Keliling dan menjangkau 766 pulau.
Pada 2025 saja, jangkauan mencapai 18 provinsi dan 91 pulau 3T dengan nilai penukaran Rp154,4 miliar. Selain penukaran, dilakukan edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, layanan kesehatan gratis, bansos bersama Baznas, hingga pembekalan bela negara.
Capaian ini, bahkan diakui dunia melalui penghargaan Currency Initiative pada 11th Annual Central Banking Award 2024 di London untuk program ERB.
Tahun 2026, frekuensi ERB ditingkatkan menjadi 19 kali di 19 provinsi dengan target 97 pulau 3T.
Khusus di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, ekspedisi berlangsung 20-28 Oktober 2026 menggunakan KRI Layaran-854 dengan modal kerja Rp10,6 miliar, naik 10,4% dari tahun lalu Rp9,6 miliar.
Dana tersebut melayani penukaran retail dan wholesale di 6 pulau: Kaimana, Namatota, Arguni, Yeliu, Sauwandarek, dan Waisai.
Ekspedisi diikuti Pejuang Rupiah dari KPw BI Papua Barat, Departemen Pengelolaan Uang, serta perwakilan KPw BI Kalimantan Barat, Maluku, Papua, Jawa Tengah, Malang, dan Purwokerto.
Komandan Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, menegaskan pentingnya sinergi di negara kepulauan.
“Sebagai negara kepulauan, ribuan pulau menjadi tantangan dalam menjaga konektivitas. Di sinilah letak pentingnya sinergitas TNI AL dan BI dengan satu tujuan mulia menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung pembangunan nasional,” tegasnya.
Djatmoko merintahkan Komandan dan prajurit KRI Layaran-854 melaksanakan tugas dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab.
“Jaga keamanan personel dan materil, perhatikan cuaca dan pedomani SOP demi zero accident. Berikan pelayanan terbaik kepada rekan BI dan masyarakat di pulau tujuan,” pesannya.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yusdi Lamatenggo, mengapresiasi konsistensi BI dan TNI AL.
“ERB bukan sekadar distribusi dan penukaran uang, tapi wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus mendorong kelancaran ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, Rupiah bukan hanya alat pembayaran sah, tetapi simbol identitas dan kebanggaan bangsa.
“Kehadiran Rupiah layak edar hingga pulau terluar memiliki arti strategis bagi persatuan dan kedaulatan NKRI. Sinergi ini harus terus diperkokoh untuk memperluas akses keuangan dan literasi masyarakat,” tutup Yusdi. *RSR
