Tim Gabungan Kodaeral XIV Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di KM Dobonsolo

Kapabar – Tim Gabungan Pam Pelabuhan Pelni Kodaeral XIV Sorong yang terdiri dari Denintel dan Pomal Kodaeral XIV bersama Tim BBKSDA Papua Barat Daya Bidang KSDA Wilayah I Sorong berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa dilindungi di KM Dobonsolo yang sandar di Pelabuhan Sorong, Kota Sorong, Jumat (14/8/2026).
Dalam pemeriksaan, petugas mengamankan 1 (satu) ekor burung Kakatua Koki, 1 (satu) ekor ular Sanca Hijau, 1 (satu) ekor Tupai Terbang Papua, serta 5 (lima) ekor burung Pergam (Merpati Hutan) yang tidak dilengkapi dokumen resmi dan hingga saat ini, identitas pemilik satwa tersebut masih nihil.
Pengungkapan berawal saat Tim Gabungan melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap aktivitas bongkar muat penumpang serta barang bawaan di KM Dobonsolo, dimana petugas mencurigai seorang buruh yang membawa barang yang mencurigakan dan kemudian melakukan pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah satwa yang disembunyikan di dalam tas jinjing, seluruh satwa kemudian diamankan untuk mencegah penyelundupan dan perdagangan satwa dilindungi, selanjutnya dibawa ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Sorong untuk dilakukan pemeriksaan, pendataan, dan pengelompokan jenis satwa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, satwa tersebut diduga akan diperjualbelikan di daerah tujuan pelayaran. Modus yang digunakan diduga dengan menyembunyikan satwa di dalam tas jinjing serta memanfaatkan jasa buruh pelabuhan untuk membawa barang melewati area pemeriksaan dengan tujuan mengelabui petugas.
Komandan Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., mengatakan bahwa, Kodaeral XIV terus berkomitmen untuk terus mendukung upaya pengawasan dan penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar dilindungi yang dapat mengancam kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk mendukung langkah pengawasan serta penegakan hukum terhadap perdagangan satwa dilindungi, karena dapat mengancam kelestarian keanekaragaman hayati,” tegas Komandan Kodaeral XIV.
Menurutnya, keberhasilan penggagalan ini merupakan hasil sinergi antara Kodaeral XIV Sorong dan BBKSDA Papua Barat Daya dalam memperkuat pengawasan di wilayah pelabuhan serta mencegah perdagangan dan penyelundupan satwa dilindungi secara illegal.
“Ini adalah buah dari sinergi Kodaeral XIV bersama BBKSDA Papua Barat Daya dengan tujuan memperkuat pengawasan di wilayah pelabuhan serta mencegah perdagangan dan penyelundupan satwa dilindungi secara illegal,” pungkasnya. *RON
