Ekonomi Bisnis

Stok Aman Jelang Nataru, Bulog Sorong Sidak Pasar Cegah Beras SPHP Dijual di Atas HET

Kapabar – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Bulog Cabang Sorong turun langsung ke pasar-pasar.

Langkah ini bukan sekadar memantau stok, tetapi juga memastikan beras SPHP tidak dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Bulog Cabang Sorong, Sigit Baskoro, menegaskan pengawasan dilakukan melalui sidak bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah.

Sasarannya, adalah pasar dan 209 mitra penyalur, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) binaan Bulog.

“Kami sidak ke pasar dan RPK yang kami bina. Kalau ada yang jual di atas HET, langsung kami tindaklanjuti,” kata Sigit kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).

Menurut Sigit, 209 mitra itu menjadi ujung tombak distribusi beras SPHP di Sorong Raya. Masing-masing mitra mengambil pasokan 1 hingga 2 ton per transaksi, agar beras murah ini benar-benar sampai ke tangan masyarakat.

“Semakin banyak titik penjualan, semakin sulit harga dipermainkan. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh cari beras murah,” ujarnya.

Untuk stok, Sigit memastikan Sorong aman hingga akhir tahun. Saat ini, gudang Bulog Sorong menyimpan sekitar 2.600 ton beras dan 444.000 liter minyak goreng. Pasokan itu akan terus bertambah karena pengiriman dari Jakarta dilakukan setiap bulan.

“Stok aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu borong. Belanja secukupnya saja,” imbaunya.

Bulog juga mengantisipasi potensi kenaikan harga beras di pasaran dengan memperkuat intervensi melalui penyaluran SPHP agar pasokan dan harga tetap seimbang.

Sebagai acuan, HET beras SPHP di wilayah Papua ditetapkan Rp13.500 per kilogram atau Rp67.500 untuk kemasan 5 kilogram.

“Kami ingin masyarakat dapat beras dengan harga yang terjangkau. Itu komitmen kami,” pungkas Sigit. *RSR

Tampilkan Lebih Banyak

Leave a Reply

Back to top button