Wacana Pemberian Izin Travel Rute Manokwari‑Teluk Bintuni Memicu Polemik, Ratusan Sopir Komunitas Hilux Minta Pemda Evaluasi

Manokwari – Ratusan sopir lintas Manokwari‑Teluk Bintuni mengungkapkan kekecewaan mereka setelah muncul kabar bahwa pemerintah berencana memberi izin operasi travel untuk rute tersebut. Pada Minggu (7/12/2025), Ketua Komunitas Hilux Manokwari‑Teluk Bintuni dan Lintas Papua Barat, Nofti, melalui siaran persnya secara tegas menolak rencana tersebut.
“Kami bersama rekan‑rekan yang merintis moda transportasi Manokwari‑Bintuni ini sejak dulu, saat masih pakai hardtop hingga kini pakai Hilux. Kami berkomitmen untuk saling menjaga dan menertibkan. Ini adalah piring makan kami, sehingga jika ada travel yang masuk, sama saja mengganggu piring makan kami,” ujar Nofti.
Nofti menambahkan bahwa tidak ada lagi angkutan lain yang boleh masuk, termasuk travel atau layanan sejenis. Ia menegaskan kembali penolakan komunitas terhadap segala bentuk angkutan tambahan pada rute Manokwari‑Teluk Bintuni.
“Kami mendukung pemerintah jika ingin ada penertiban, termasuk terkait PAD (Pendapatan Asli Daerah). Kami juga siap membantu pembangunan daerah ini,” katanya.
Komunitas saat ini sedang mengurus legalitas, termasuk akta dan berkas lainnya, agar dapat terdaftar secara resmi dan memiliki organisasi yang solid serta dapat dipertanggungjawabkan.
Wakil Ketua Komunitas Hilux Manokwari‑Teluk Bintuni, Hamzah, menyampaikan hal serupa. Ia berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi tidak mengeluarkan izin bagi travel untuk beroperasi pada rute tersebut.
“Jika travel masuk, aktivitas kami yang selama ini berjalan baik akan sangat terganggu. Banyak anggota kami yang baru mulai dan memiliki tanggungan. Jangan sampai kami, para sopir, gulung tikar karena kehadiran travel,” ungkap Hamzah.
“Kami sangat berharap aspirasi ini didengar dan dianulir,” tambahnya.
Hamzah menegaskan bahwa layanan angkutan mobil Hilux Manokwari‑Teluk Bintuni selama ini berjalan lancar, pelayanan sopir yang tergabung dalam komunitas sangat baik, dan masyarakat merasa puas.
“Mohon aspirasi kami ini dapat didengar, dan harapan kami dapat diterima pemerintah,” pungkasnya.*HMF
