Kesehatan

Cegah Cacat, Dinkes Kota Sorong Buru Kasus Kusta Sampai ke Rumah Warga

Kapabar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong menerjunkan tenaga kesehatan (Nakes) dan kader Puskesmas untuk turun ke lapangan memburu kasus kusta secara aktif di wilayah Kota Sorong. 

Langkah ini diambil dengan tujuan untuk mencegah kecacatan dan memutus rantai penularan yang masih tinggi.

Kepala Dinkes Kota Sorong, Jemima Elisabet, menegaskan deteksi dini kasus kusta adalah kunci.

“Temukan lebih awal, cegah cacat, putus penularan. Itu kuncinya,” tegas Jemima saat membuka pelatihan Active Case Finding (ACF) dan Kemoprofilaksis Kusta untuk nakes puskesmas se-Kota Sorong, Selasa (23/9/2026) di Gedung Lambert Jitmau.

Menurut Jemima, kusta bukan hanya soal medis, tapi juga soal stigma. Banyak kasus terlambat ditemukan karena takut dikucilkan.

“Jangan tunggu orang datang ke puskesmas. Kita yang harus jemput bola, telusuri kontak, periksa, dan edukasi keluarga,” ujarnya.

Data Dinkes mencatat ada 1.020 kasus kusta di Kota Sorong selama 2021-2025. Dari jumlah itu, ada sekitar 20.400 kontak yang harus ditelusuri. Tak heran Kota Sorong masuk dalam 12 kabupaten-kota prioritas eliminasi kusta nasional tahun 2026.

Jemima meminta nakes dan kader bekerja dengan pendekatan humanis, jaga privasi warga, dan stop stigma.

“Kusta bisa sembuh total. Bukan kutukan, bukan aib. Jangan takut dan jangan mengucilkan penderita,” katanya.

Ia juga menginstruksikan setiap puskesmas membentuk tim bersama kader, menyiapkan data sasaran dan logistik, serta berkolaborasi dengan distrik dan tokoh masyarakat.

“Hasil skrining wajib dicatat, dilaporkan, dirujuk jika suspek, diobati jika positif, dan kontak eratnya diberi pencegahan,” pungkas Jemima. *RSR 

Tampilkan Lebih Banyak

Leave a Reply

Back to top button