Bom Waktu Meledak ! Kapolres Aimas Diduga jadi Otak Mafia BBM Bio Solar Subsidi, LBH Gerimis Desak Kapolri Pecat Tanpa Ampun

Kapabar – Skandal besar mengguncang institusi Polri! Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH-GERIMIS), Yosep Titirlolobi, S.H, meledakkan bom pernyataan: Kapolres Sorong diduga kuat jadi pemain inti mafia BBM bersubsidi jenis Bio Solar.
Kepada media ini, Yosep menegaskan tuduhan itu bukan isapan jempol. “Berdasarkan bukti-bukti yang kami kantongi dan rekaman suara, dipastikan Kapolres Kabupaten Sorong adalah penyandang dana atau pemberi modal kepada oknum polisi berinisial IM,” tegas Yosep.
Modusnya terang benderang: IM diperintahkan membeli minyak bersubsidi jenis Bio Solar di setiap SPBU Kota Sorong, lalu ditampung di gudang PT Salawati Motor. Selanjutnya, Kapolres sendiri yang menjualnya ke salah satu perusahaan, PT. Mansinton.
Yosep menyebut aksi ini menampar keras wajah Presiden Prabowo dan Kapolri Jenderal Sigit Prabowo. “Di saat Presiden menginstruksikan Polri bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBM dan berantas mafia BBM subsidi, justru Kapolres Kabupaten Sorong diduga bermain kotor,” ujar Yosep geram.
Fakta mengejutkan lain: kelangkaan minyak bio solar subsidi yang bertahun-tahun mencekik warga Kota dan Kabupaten Sorong ternyata ulah oknum Aparat Penegak Hukum (APH) sendiri! BBM subsidi yang dibeli harga murah dikumpulkan di gudang PT. Salawati Motor di Jl. Patimura, Suprau, Distrik Maladumes, Kota Sorong.
BBM timbunan itu lalu dijual langsung oleh Kapolres Kabupaten Sorong ke PT. Mansinton dengan harga industri. Dari skema ini, Kapolres diduga meraup keuntungan gila-gilaan, ditaksir mencapai lebih dari 1 miliar rupiah per bulan.
Yosep pun melayangkan warning keras ke Dirkrimsus Polda Papua Barat Daya. “Jangan coba-coba lindungi Kapolres dan beberapa perwira yang dapat setoran! Buka saja ke publik biar semua tahu, termasuk panggil anggota DPR Provinsi jalur Otsus berinisial RW yang dapat kucuran dana tiap bulan,” tegasnya.
Yosep menyindir tajam kinerja Dirkrimsus. “Jangan cuma lincah di media kalau periksa korupsi yang libatkan sipil. Tapi begitu ada Kapolres dan oknum perwira diduga main BBM subsidi, sepertinya Dirkrimsus ingin melindungi perwiranya,” ungkap Yosep.
