Bersama Kementrian PUPR Rampungkan 1400 Rumah, Harvey Malaihollo Komitmen Lanjutkan Program Bedah Rumah

Kapabar – Komisi V DPR RI beserta Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berhasil merampungkan hampir 100 persen program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), di Papua Barat dan Papua Barat Daya di tahun 2023. Tercatat 1400 rumah milik warga yang masuk dalam kategori tidak layak huni di Papua Barat dan Papua Barat Daya, sudah dibedah atau direnovasi oleh Komisi V DPR RI.
Harvey Malaihollo yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI menjelaskan bahwa BSPS atau yang lebih akrab di telinga masyarakat dengan sebutan bedah rumah, memang menjadi program Komisi V DPR RI. Disebutkan Harvey, saat program itu ‘ketuk palu’ dirinya sebagai Anggota DPR RI Komisi V perwakilan Papua Barat mendapat jatah 1400 rumah.
“Untuk Papua Barat di tahun 2023 diberi jatah 1400 rumah, yang mana jumlah tersebut harus dibagi dengan Papua Barat Daya yang ketika itu baru dimekarkan saat program ini sedang berjalan. Puji Tuhan, program tersebut sudah rampung hampir 100 persen di tahun 2023,” jelas Harvey sembari mengatakan, kedepan akan ada tambahan jatah 200 rumah, yang berarti pada tahun 2024 ada 1600 rumah di Papua Barat Daya yang akan dibedah.

Harvey menjabarkan bahwa jatah bedah rumah tersebut dibagi rata ke 5 kabupaten 1 kota, atau lebih tepatnya ke 41 kelurahan yang terdapat warga kurang mampu yang rumahnya kurang layak huni.
“Jadi sebenarnya program ini itu untuk keluarga-keluarga yang rumahnya sudah tidak layak huni, dimana setiap kampung atau kelurahan mendapat jatah minimal 20 rumah yang akan dibedah. Tentu ada standard dari kami dan Kementrian PUPR melalui kepala balai, yang menentukan apakah keluarga yang terdata melalui KTP layak atau tidak mendapat bantuan ini,” terang Harvey di salah satu cafe di Kota Sorong belum lama ini.
Harvey menuturkan bahwa sampai saat ini pun pihaknya masih melakukan pendataan terhadap keluarga-keluarga di Papua Barat dan Papua Barat Daya yang di tahun 2024 akan menjadi target dari program BSPS tersebut.
Dalam wawancaranya kepada media ini, Harvey berjanji akan tetap membawa dan mengutamakan program BSPS ini bila kembali dipercayakan masyarakat untuk menjadi Anggota DPR RI di Komisi V.
“Sebenarnya setiap komisi di DPR RI itu punya program, salah satunya BSPS di Komisi V. Ini jadi bukti kalau saya berusaha maksimal untuk menjalankan program, yang ada di komisi dimana saya ditempatkan,” ujar Harvey.
“Februari 2024 nanti saya baru 2 tahun genap menjadi Anggota DPR RI menggantikan almarhum Jimmy Ijie, yang berarti program BSPS ini sudah dapat maksimal dalam setahun saya masuk ke komisi V setelah dipindahkan dari komisi IX. Hitung-hitungannya 1600 rumah dikali 5, yang berarti akan semakin banyak rumah di Papua Barat Daya yang akan dibenah sehingga layak huni, jika Tuhan dan masyarakat kembali mengizinkan saya mengemban tugas sebagai perwakilan Papua Barat Daya di Senayan,” tandas Harvey.*HMF
