Ekonomi Bisnis

Soft Opening, Hangout Avenue Siapkan 53 Lapak

Kapabar – Seiring semakin menjamurnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Sorong, Papua Barat, pastinya diikuti pula dengan kebutuhan lapak atau tempat jualan yang strategis, bersih dan aman.

Saat ini, di Kota Sorong, tepatnya di Jalan Sungai Maruni, Km.10 Masuk telah hadir penyedia lapak untuk para pelaku UMKM bernama Hangout Avenue yang berdiri diatas lahan seluas 3.800MĀ².

“Kami sudah soft opening Rabu (23/11). Secara infrastruktur belum lengkap, tapi untuk orang beroperasi itu sudah layak-lah. Kami sudah bisa menyambut tamu, pengunjung sudah bisa datang dan yang jualan juga sudah bisa jualan atau transaksi,” ujar Michael Brown Wijaya saat ditemui Kapabar, Kamis (24/11).

Dikatakan Michael, Hangout Avenue menyiapkan 53 lapak, yang berisi berbagai jenis bidang usaha menjual makanan, minuman, klinik kecantikan, barbershop yang diseleksi terlebih dahulu agar tidak sama semua.

“Kurang lebih 40 ragam jenis usaha. Ada sekitar 10 usaha franchise dan sisanya brand baru di Sorong dan pindahan dari tempat lama. Supaya lebih variatif serta pengunjung tidak bosan kalau usahanya sama semua. Serta, paling penting masih berkaitan kami terima dengan cukup baik,” ungkap Michael.

Sejauh ini, lanjut Michael, dari 53 lapak, slot lapak kosong atau belum terisi tersedia sekitar 5 lapak yang kemungkinan dalam waktu dekat juga sudah terisi, karena banyaknya permintaan dari pelaku bisnis. “Karena banyak yang nanya dari pengunjung datang. Usahanya berbeda dengan yang sudah ada, sesuai dengan kontrak dan tata tertib, ya sudah jalan begitu,” terangnya.

Dia menjelaskan, usahanya disewakan bulanan, akan tetapi bisa melayani dalam jangka waktu panjang hingga maksimal kontrak setahun. Dimana, harga sewanya mulai dari Rp. 2,2 juta per bulan untuk ukuran paling kecil.

“Disini fasilitasnya internet gratis, petugas kebersihan serta keamanan juga sudah termasuk. Live music atau kegiatan event lainnya sejauh ini tanggungan dari pengelola. Sedangkan untuk air bersih itu berbayar Rp.5 ribu per 1000 liter dan setiap lapaknya sudah dipasang meteran air. Terus listrik, meteran kami sudah sediakan tinggal mereka isi token saja,” rincinya.

Dirinya mengakui, alasannya membuka usaha penyedia lapak karena awalnya hanya tanah kosong sehingga tidak ada pelaku bisnis yang mau menyewa, apalagi lahannya yang cukup luas.

“Memang yang mau ambil lahan besar cuma bisa perusahaan besar. Tapi kalau kami nunggu-nunggu sampai kapan? Sehingga kami eksekusi sendiri menjadi Hangout Avenue. Tetap intinya disewakan juga, dan ini manfaatnya bisa lebih dirasakan masyarakat Sorong,” bebernya.

Dia berharap, sebagai pengelola mengutamakan para pelaku usaha yang menyewa tempat usahanya, dengan cara membantu membuat event, agar banyak pengunjung yang datang. “Kalau banyak pengunjung, orang yang sewa juga nyaman,” tuntasnya. *RON

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button