Terkini

Zakarias Horota Diperingatkan Untuk Tidak Membawa Status Adat dalam Berpolitik

Kapabar – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH Gerimis) Yang juga Wakil Ketua Hukum dan Ham DPC PDI-Perjuangan Kota Sorong Yosep Titirlolobi, SH memperingatkan DAP untuk tidak membawa status adat dalam berpolitik.

Yoseph juga menegaskan bahwa DAP seharusnya fokus untuk membela hak dasar OAP dan bukan menjadi Juru bicara Gubernur Papua Barat.

Statement tersebut disampaikan Yoseph untuk menanggapi perkataan Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, Zakarias Horota, yang meminta dirinya untuk mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan Gubernur Papua Barat tidak melakukan pembangunan selama 4 tahun, guna menghindari kesalahpahaman dan menyesatkan masyarakat adat di wilayah Doberay, Provinsi Papua Barat.

Padahal menurut Yoseph, apa yang disampaikanya di beberapa media tentu sudah melalui kajian. “Kami turun ke pedalaman untuk melakukan pendampingan hukum secara gratis kepada masyarakat adat. Saat itu kami mendapat keluhan yang bersumber langsung langsung dari masyarakat. Bukan hanya di wilayah Sorong Raya saja, LBH Gerimis juga turun di Fakfak, Bintuni dan juga Teluk Wondama” jelas Yoseph.

Yoseph juga menyayangkan sikap Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay dan beberapa pihak, yang terkesan membuat seorang gubernur menjadi sosok yang anti kritik.

“Memangnya gubenur Itu Tuhan, sehingga tidak perlu dikritisi? Yang saya kritisi dari gubernur adalah jabatannya sebagai kepala daerah, bukan pribadinya, itu yang harus dipahami. Lagian kritikan saya bertujuan untuk membangun bukan untuk menjatuhkan,” sesal Yoseph.

Lanjut Yoseph, seharusnya Ketua DAP mengapresiasi LBH Gerimis, yang terus konsisten memberikan bantuan secara cuma-cuma kepada masyarakat adat di daerah pedalaman maupun di daerah perkotaan. Meskipun sambung Yoseph, selama ini LBH Gerimis tidak pernag dibantu oleh pemerintah.

Dalam wawancaranya, Yosep juga mempertanyakan kapasitas Zakarias Horota yang mengaku diri sebagai Ketua DAP Wilayah III Doberay.

“Saya baru tau kalau yang bersangkutan sudah menjadi Ketua DAP, karena saya sendiri tidak tau pemilihannya kapan dan dimana tempatnya. saya juga paham tentang adat dan marga-marga Papua, karena saya seorang pengacara. Setau saya marga Horota itu dari Serui Ansus, berarti kalau dari Serui menurut status Dewan Adat Papua, maka wilayah adat yang bersangkutan adalah Wilayah Adat Saireri, tentu di wilayah Provinsi Papua, bukan di wilayah Papua Barat. Jadi dugaan saya, yang bersangkutan itu cuman mengklaim diri saja sebagai ketua DAP wilayah Doberay,” tuntas Yoseph penuh tanya.*TTS

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button