Pemkot Sorong Gerak Cepat Tinjau Lokasi Kebakaran di Jalan Misool

Kapabar – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong bergerak cepat melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran yang menghanguskan setidaknya puluhan rumah di Jalan Misool, Kelurahan Klasuur, Distrik Sorong, Kota Sorong pada Senin 20 Juli 2026, malam sekitar pukul 19.10 WIT.
Peninjauan tersebut, dipimpin langsung oleh Walikota Sorong, Septinus Lobat bersama Wakil Walikota Sorong, Anshar Karim, Plt. Sekda Kota Sorong, Ruddy R Laku dan didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemkot Sorong, Selasa 21 Juli 2026, pagi.
Peninjauan yang dilakukan Walikota Sorong dan jajarannya ke lokasi kebakaran tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi warga yang terdampak, memastikan langkah penanganan dan menyerahkan bantuan.
Walikota Sorong, Septinus Lobat, menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas musibah kebakaran yang dialami oleh warga Jalan Misool.
“Kami akan terus hadir memberikan bantuan dan pendampingan kepada masyarakat terdampak agar dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa,” kata Walikota.
Menurut Walikota, kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkot Sorong terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah, sekaligus memastikan kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi selama masa pemulihan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membakar sampah di sekitar rumah tanpa pengawasan,” kata Walikota.
Dikatakan Walikota, Kota Sorong saat ini sedang memasuki musim angin sehingga api dapat dengan mudah menyebar dan memicu kebakaran yang lebih besar.
“Sebaiknya sampah dibuang pada tempat-tempat sampah yang telah disediakan agar tidak terjadi bencana kebakaran yang tidak kita inginkan bersama,” ujanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan menjaga lingkungan sekitar demi menciptakan Kota Sorong yang aman, nyaman, dan terbebas dari risiko kebakaran.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, peristiwa kebakaran tersebut mengakibatkan terbakarnya 10 unit rumah dengan jumlah 22 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 102 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat 31 anak usia sekolah dan 4 bayi yang turut terdampak. */RON
