Terkini

Walikota Sorong Resmikan Gedung KRIS dan Gedung UPD di RSUD Sele Be Solu

Kapabar – Walikota Sorong, Septinus Lobat bersama Wakil Walikota Sorong, Anshar Karim didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong meresmikan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Gedung Unit Pengelola Darah (UPD) di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu 11 Februari 2026.

Peresmian Gedung KRIS dan Gedung UPD ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kota Sorong. 

Walikota Sorong mengatakan bahwa, Gedung KRIS dibangun sebagai bagian dari implementasi standar pelayanan kesehatan nasional yang menekankan kesetaraan, kenyamanan dan keselamatan pasien.

“Sementara itu, Gedung UPD memiliki peran yang sangat vital dalam menjamin ketersediaan darah yang aman, berkualitas dan berkelanjutan bagi kebutuhan pelayanan medis di Kota Sorong,” kata Walikota.

Menurut Walikota, kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara dan menjadi fondasi utama dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

“Oleh karena itu, pembangunan sarana dan prasarana kesehatan yang representatif, modern dan sesuai standar merupakan investasi jangka panjang yang sangat strategis,” ungkap Walikota.

Septinus Lobat menjelaskan, kehadiran Gedung KRIS dan Gedung UPD itu diharapkan meningkatkan mutu layanan rawat inap serta mempercepat penanganan medis khususnya bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah secara cepat dan tepat.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perencanaan, pembangunan hingga terwujudnya fasilitas ini,” pungkasnya.

Direktur RSUD Sele Be Solu, drg. Susi Petronela Jitmau menyebutkan bahwa, dengan diresmikannya Gedung KRIS yang berkapasitas 64 tempat tidur akan menambah kapasitas tempat tidur yang semula 154 menjadi 180 tempat tidur.

“Kemudian, untuk Gedung UPD dulunya berstatus Pratama. Namun, karena Kota Sorong sudah menjadi Ibukota Provinsi Papua Barat Daya maka kami diizinkan oleh Kemenkes melakukan upgrade menjadi Madya,” kata Susi.

Susi juga mengakui, saat ini, RSUD Sele Be Solu juga telah dilengkapi dengan dua ruang rawat inap VIP untuk keperluan pelayanan bagi pasien dari luar daerah.

Selain ruang inap VIP, sambung Susi, di Sele Be Solu juga terdapat ruang inap standar bagi masyarakat yang mempunyai kemampuan menengah ke bawah,” kata Susi.

“Saya harap perhatian dari pemerintah provinsi dan pemerintah kota untuk kesejahteraan dokter dan para tenaga kesehatan di Sele Be Solu ini,” tuntasnya. *RON

Tampilkan Lebih Banyak
Back to top button