HUT ke-55 Tahun, Walikota Sorong: SMEA Konsisten Cetak SDM Terampil dan Siap Kerja

Kapabar – Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) atau kini yang dikenal dengan nama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Sorong merayakan dan memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 tahun, Rabu 11 Februari 2025.
Hadir dalam perayaan HUT ke-55 tahun tersebut, Walikota Sorong mengatakan bahwa, usia 55 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Dalam perspektif akademik dan kelembagaan, lima setengah dekade merupakan fase kematangan institusi.
“SMEA telah melewati berbagai dinamika zaman dari perubahan kurikulum nasional, transformasi sistem pendidikan, hingga era digitalisasi dan revolusi industri 4.0.,” kata Walikota mengawali sambutannya.
Menurut Walikota, SMEA telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan vokasi yang konsisten mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) terampil, profesional, dan siap kerja.
Walikota mengatakan, pendidikan kejuruan seperti SMEA memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, karena menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia usaha atau industri.
“Kita memahami bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Di sinilah SMEA mengambil peran penting: membangun karakter, kompetensi, dan integritas generasi muda,” ujar Walikota.
Dikatakan Walikota, di era persaingan global saat ini, kompetensi saja tidak cukup. Dibutuhkan tiga fondasi utama:
– Keahlian profesional,
– Karakter dan etika kerja,
– Kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi.
“Pemerintah Kota berkomitmen untuk terus mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui kolaborasi dengan dunia usaha, UMKM, serta sektor industri lokal. Kita ingin lulusan SMEA bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja,” jelas Septinus Lobat.
Secara politis dan dalam kerangka kebijakan pembangunan daerah, kata Septinus Lobat, pendidikan kejuruan adalah pilar penting dalam mewujudkan visi kota yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Pemerintah tidak boleh abai terhadap penguatan sekolah-sekolah vokasi. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri lokal, penguatan praktik kewirausahaan berbasis potensi daerah, digitalisasi sistem pembelajaran, kemitraan strategis antara sekolah dan pelaku usaha dan pembangunan ekonomi daerah harus dimulai dari bangku sekolah,” rinci Septinus Lobat.
Lobat menekanan, jika sekolah kuat, maka ekonomi daerah akan bertumbuh. Kemudian, jika generasi muda siap kerja dan berdaya saing, maka pengangguran akan menurun dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
“SMEA selama 55 tahun telah melahirkan banyak alumni yang kini menjadi ASN, pengusaha, profesional, bahkan pemimpin di berbagai sektor. Ini adalah bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan,” katanya.
Dia menerangkan, momentum HUT ke-55 ini harus menjadi refleksi sekaligus akselerasi. Refleksi untuk mengevaluasi apa yang telah dicapai, dan akselerasi untuk menjawab tantangan masa depan.
“Saya mengajak seluruh civitas akademika SMEA untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menanamkan nilai disiplin serta semangat kewirausahaan kepada para siswa. Kepada para siswa, saya titip pesan: Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral. Bangun mimpi kalian setinggi mungkin, karena masa depan kota ini ada di tangan kalian,” pungkasnya.
Ketua Panitia HUT ke-55 SMEA/SMKN 1 Kota Sorong, Martje Holle mengatakan, kegiatan HUT ke-55 SMK N 1 Kota Sorong diawali dengan kegiatan Countdown Lima Sama sesuai dengan usia sekolah pada 31 Januari 2026.
“Kemudian kami mengadakan kegiatan senam sehat seluruh angkatan alumni dari tahun 70an hingga 2025 pada 7 Februari 2026. Selanjutnya, kami melaksanakan aksi donor darah yang melibatkan masyarakat umum serta dirangkai dengan berbagai kegiatan lomba pada 9-10 Februari 2026,” urai Martje.
Martje mengatakan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-55 SMK N 1 Kota Sorong dapat terlaksana berkat dukungan dan sumbangsih dari seluruh alumni SMEA/SMK N 1 Kota Sorong.
“Saya ucapkan terima kasih, khususnya kepada Bapak Hartono, Bapak Elisa Kambu, Bapak Hardianto dan seluruh alumni yang telah terlibat mendukung jalan dan suksesnya rangkaian kegiatan ini,” ucap Martje.
Ia berpesan, kepada seluruh siswa dan alumni SMEA/SMK N 1 Kota Sorong agar terus menjaga hubungan emosional dan kebersamaan guna membesarkan nama sekolah kedepannya.
“Saya juga berharap agar pemerintah daerah baik provinsi maupun kota agar memberikan perhatian kepada sekolah kami baik dari sisi siswa-siswi maupun sarana-prasarana yang ada di dalamnya,” pungkasnya. *RON
