Ekonomi Bisnis

TOPAS Sediakan Kebutuhan Pokok dengan Harga Terjangkau 

Kapabar – Melalui kehadiran Toko Pangan Kota Sorong (TOPAS), Dinas Perdagangan Kota Sorong menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Kota Sorong, Sherly Agaki mengatakan bahwa, sejumlah komoditas yang dijual di toko pangan tersebut dibanderol di bawah harga pasar sehingga mendapat respons positif dari masyarakat.

“Harga di sini lebih terjangkau untuk masyarakat umum. Karena itu, minat konsumen sangat tinggi,” ujar Sherly Agaki di kantornya, Jumat 30 Januari 2026.

Sherly menjelaskan, TOPAS resmi diluncurkan pada 24–25 November 2025 melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Perum Bulog. 

Seiring berjalan waktu, kerja sama juga diperluas dengan Dinas Pertanian Kota Sorong untuk penyediaan telur dan hasil pertanian lokal seperti pakcoy dan selada.

“Awalnya kami kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Bulog saat launching. Setelah itu, Dinas Pertanian ikut bergabung dengan menyediakan telur serta hasil pertanian seperti pakcoy dan selada,” ungkap Sherly. 

Dia juga menyebutkan, dukungan sarana dan prasarana seperti rak dan perlengkapan toko berasal dari Bank Indonesia, sementara komoditas pangan disiapkan oleh dinas terkait. Untuk saat ini, operasional toko masih dilakukan dengan keterbatasan anggaran.

“Untuk anggaran operasional, saat ini masih sangat terbatas. Ke depan kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah agar toko pangan ini bisa dikembangkan,” sambung dia.

Ia merincikan, stok komoditas yang tersedia antara lain tepung terigu sebanyak 10 karton dengan total 100 kilogram, gula pasir tujuh karton berisi 168 kg, beras kemasan lima kilogram sebanyak 20 sak, minyak goreng 20 karton berisi 240 liter, telur 20 ram, serta sayuran lokal berupa pakcoy dan selada.

Harga yang ditetapkan, lanjut Sherly Agaki, berada di bawah harga pasar. Beras lima kilogram dijual Rp80.000 per sak, tepung terigu Rp11.000 per kilogram, gula pasir Rp20.000 per bungkus, dan minyak goreng Rp15.500 per liter, di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700.

Sementara itu, telur lokal produksi peternak Orang Asli Papua (OAP) dijual Rp70.000 per ram, lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp85.000. Untuk sayuran, selada dijual Rp35.000 per setengah kilogram atau Rp25.000 per setengah kilogram.

“Telur ini merupakan produk lokal dari peternak OAP, sehingga selain murah juga mendukung ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Ia berharap ke depan Toko Pangan Kota Sorong dapat diperluas, termasuk membuka satu los khusus di pasar agar lebih mudah diakses masyarakat.

“Harapan kami, ada dukungan anggaran agar stok komoditas bisa ditambah dan toko pangan ini benar-benar hadir membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong Nelwan Hara mengatakan kehadiran Toko Pangan Kota Sorong merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.

Menurut dia, Disperindag menyiapkan sarana pemasaran, sedangkan Dinas Pertanian memasok produk pertanian berupa sayuran hidroponik sehat dan telur dari kelompok tani dan kelompok peternak lokal.

“Ke depan, kami juga akan memasok komoditas lain seperti daging ayam dan kebutuhan protein hewani lainnya sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkas Nelwan. *RON

Tampilkan Lebih Banyak
Back to top button