Kunker ke Sorong, Ara Sirait: 21.000 Unit Rumah di Papua Akan Diperbaiki

Kapabar – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kota Sorong Ibukota Provinsi Papua Barat Daya selama tiga hari, Sabtu hingga Senin tanggal 25-27 April 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bedah rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo berjalan secara optimal dan efesien, terlebih dapat menyentuh masyarakat.
“Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, kami ingin melakukan perubahan yang mendasar di Papua. Buktinya, dari total 42 kabupaten-kota di Papua, kami akan melakukan perbaikan untuk 21.000 unit rumah tidak layak huni melalui program BSPS bedah rumah,” ujar Maruarar kepada wartawan, di Kompleks BTN, Klasabi, Sorong Manoi, Sabtu 25 April 2026.
Disamping itu, Maruarar menjelaskan, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan juga akan diluncurkan secara masif di Papua. Program ini, merupakan pembiayaan khusus dari pemerintah untuk UMKM sektor properti atau individu untuk renovasi atau pembangunan rumah.
“Melalui KUR Perumahan ini, bagi pelaku UMKM mengambil kredit di bawah Rp100 juta tanpa jaminan dengan bunga hanya 0,5 persen,” ungkap pria yang akrab disapa Ara ini.
Menurut Ara, melalui terobosan KUR Perumahan itu diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di Papua.
“Kami juga memasukkan program Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Bank BRI dan Ibu-ibu Mekaar yang telah masuk disini. Bunganya juga telah diturunkan oleh Presiden Prabowo menjadi 5 persen,” ungkap Ara.
Tujuannya, kata Ara, pemerintah hadir tidak hanya melakukan renovasi rumah masyarakat, namun juga membangun ekonomi keluarga.
“Kenapa? Kalau kita hanya merenovasi rumahnya, tapi kondisi ekonomi keluarga tidak baik, maka rumah yang direnovasi itu bisa kumuh lagi karena terkendala modal untuk melakukan perbaikan rumah,” ungkapnya.
Untuk mensukseskan program itu, Ara juga mengajak seluruh pihak untuk saling bersinergi dan berkolaborasi. “Kita harus bergandengan tangan dengan pak gubernur dan pak walikota untuk mensukseskan program ini. Anggaran dari pusat, provinsi dan kota kita kucurkan sama-sama,” pungkasnya. *RON
