Terkini

Rilis Indikator Penting, BPS Paparkan Data Inflasi Februari 2026 di PB dan PBD

Kapabar – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat menggelar pres rilis indikator penting di wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Indikator tersebut, salah-satunya meliputi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi pada bulan Februari 2026.

Kegiatan pres rilis yang dihadiri sejumlah stakeholder dan insan pers ini dilangsungkan di Kantor BPS Kabupaten Sorong yang beralamat di Jalan Osok, Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Senin 2 Maret 2026, siang.

Kepala BPS Papua Barat, Ir Merry mengatakan bahwa, pada Februari 2026, di Provinsi Papua Barat terjadi deflasi secara m-to-m sebesar 0,65 persen dan terjadi inflasi secara y-on-y sebesar 5,83 persen.

“Demikian juga Provinsi Papua Barat Daya, terjadi deflasi secara m-to-m sebesar 0,83 persen dan terjadi inflasi secara y-on-y sebesar 4,16 persen,” papar Merry.

Menurut Merry, penyumbang utama deflasi Februari 2026 secara m-to-m di Provinsi Papua Barat adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,65 persen. Sementara komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah ikan cakalang, ikan kakap merah dan bawang merah.

“Hal serupa juga di Provinsi Papua Barat Daya, penyumbang utama deflasi Februari 2026, secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,71 persen. Komoditas penyumbang utama deflasi pada kelompok ini yakni ikan tuna, cabai rawit dan bawang merah,” rinci Merry.

Sementara itu, sambung Merry, penyumbang utama inflasi pada Februari 2026 secara y-on-y di Provinsi Papua Barat adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Kelompok ini memiliki andil sebesar 2,97 persen dengan komoditas penyumbang utama inflasi kelompok ini ialah tarif listrik, sewa rumah dan bahan bakar rumah tangga.

“Sedangkan Provinsi Papua Barat Daya, penyumbang utama inflasi Februari 2026 secara y-on-y adalah kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi sebesar 1,97 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini antara lain tarif listrik, kontrak rumah dan sewa rumah,” pungkasnya. *RON

Tampilkan Lebih Banyak
Back to top button