BULOG Sorong Jamin Pasokan Minyakita dan Gula Jelang Ramadan hingga Lebaran

Kapabar – BULOG Kantor Cabang Sorong, menjamin pasokan Minyakita dan gula pasir di wilayah Kota Sorong dan sekitarnya dalam kondisi aman dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan hingga Lebaran.
Kepala BULOG Kantor Cabang Sorong, Riyadi Muslim mengatakan, saat ini stok MinyaKita yang tersedia mencapai 5.000 liter dan akan diperkuat dengan pasokan tambahan berupa tujuh kontainer yang dijadwalkan masuk dalam waktu dekat.
“Pasokan tambahan ini kami siapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat pada momentum Ramadan hingga menjelang Lebaran,” ujar pria yang biasa disapa Adi ini, Kamis 29 Januari 2026.
Adi menegaskan, penjualan MinyaKita tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter. Bulog menyalurkan MinyaKita kepada pengecer dengan harga Rp14.500 per liter, dengan kewajiban menjual kembali sesuai HET.
“Kami menyalurkan Minyakita ke outlet-outlet di pasar serta outlet binaan pemerintah daerah yang berada di kawasan permukiman. Seluruhnya wajib menjual sesuai ketentuan harga,” kata Adi.
Untuk memastikan kepatuhan di lapangan, Bulog bersama Dinas Perdagangan tingkat provinsi dan kota secara rutin melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap outlet binaan.
Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala, bahkan hampir dua kali dalam sepekan, dengan turun langsung ke pasar dan lokasi penjualan.
“Itu merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi kami. Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menjadwalkan pengawasan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan terpadu bersama pemerintah daerah kembali dijadwalkan pada pekan depan guna memastikan distribusi dan harga MinyaKita tetap sesuai ketentuan.
Selain minyak goreng, BULOG Sorong juga menyiapkan stok gula pasir sekitar 20 ton yang tersimpan di Gudang BULOG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Harga gula Rp860 ribu per karung. Untuk gula, skemanya bersifat komersial dan mengikuti harga pasar,” katanya.
Dirinya berharap, dengan ketersediaan minyak goreng dan gula yang mencukupi serta pengawasan distribusi yang berkelanjutan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan bahan pokok selama periode kebutuhan meningkat. *RON
