PT Gag Nikel Ajak Insan Pers dan LSM Lepasliarkan 101 Tukik Penyu Sisik

Kapabar – PT Gag Nikel melakukan pelestarian penyu sisik sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam konservasi dan perlindungan satwa liar yang dilindungi dengan melakukan pelepasliaran 101 tukik di Tuturuga Beach, Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Jumat 23 Januari 2026.
Dalam pelepasliaran 101 tukik penyu sisik tersebut, PT Gag Nikel mengajak kurang lebih 55 insan pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berasal dari Sorong dan Raja Ampat.
Ruddy S. Sumual, Officer Manager PT Gag Nikel Sorong mengatakan bahwa, penyu sisik merupakan spesies yang dilindungi secara nasional berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.20 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, serta Permen LHK Nomor P.106 Tahun 2018 sebagai perubahan kedua atas peraturan tersebut.
“Pelepasliaran ini merupakan bagian dari upaya konservasi berkelanjutan yang kami lakukan dengan melibatkan masyarakat sekitar,” kata Ruddy.
Ruddy menjelaskan bahwa Kabupaten Raja Ampat dikenal sebagai salah satu habitat penting penyu, sementara Pulau Gag menjadi salah satu lokasi strategis tempat penyu, khususnya penyu sisik, bertelur secara alami.
Dirinya mengakui, pada masa sebelumnya belum terdapat kegiatan penyelamatan penyu yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dia juga menyebutkan bahwa kondisi tersebut mendorong PT Gag Nikel untuk mengambil peran aktif melalui program edukasi, sosialisasi, dan pendampingan masyarakat agar terlibat langsung dalam upaya konservasi.
“Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya penyu bagi ekosistem laut dan mengajak mereka ikut menjaga serta melindungi,” jelasnya.
Menurutnya, upaya edukasi yang dilakukan secara konsisten telah membawa perubahan signifikan pada perilaku masyarakat setempat. Jika sebelumnya penyu kerap dimanfaatkan secara konsumtif, kini masyarakat mulai beralih menjadi pelindung dan penjaga satwa dilindungi tersebut.
“Masyarakat sekarang sudah lebih sadar dan ikut menjaga, bahkan terlibat aktif dalam kegiatan konservasi,” katanya.
Saat ini, PT Gag Nikel telah membina sejumlah kelompok masyarakat yang fokus pada perlindungan sarang telur penyu, penetasan telur secara alami, hingga pelepasliaran tukik ke laut sebagai bagian dari siklus konservasi.
Pengawasan Pantai dan Keterlibatan Tamu
Ia menambahkan, sekitar 1,8 kilometer garis pantai di Pulau Gag merupakan area sebaran sarang telur penyu sisik.
“Kawasan tersebut diawasi secara ketat oleh kelompok binaan Gag Nikel untuk memastikan telur dan tukik aman dari gangguan manusia maupun predator alami,” ujarnya.
Menariknya, sambung dia, tidak hanya masyarakat lokal yang dilibatkan, setiap tamu yang berkunjung ke Pulau Gag juga diwajibkan untuk ikut melepasliarkan tukik ke laut sebagai bentuk edukasi langsung dan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian penyu.
“Ini kami lakukan agar setiap orang yang datang memiliki kesadaran dan pengalaman langsung tentang pentingnya menjaga populasi penyu,” ujarnya.
Dia mengatakan program konservasi penyu ini menjadi bagian dari komitmen PT Gag Nikel terhadap perlindungan keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir dan laut Raja Ampat yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan biodiversitas tertinggi di dunia.
“Saya harap melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pendekatan edukatif, upaya konservasi penyu sisik ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem laut dan generasi mendatang,” tuntasnya. *RON
