Upaya Atasi Banjir, Pemerintah Kota Sorong Keruk Drainase di Kilometer 9
Pj Walikota Ajak Warga Untuk Tidak Buang Sampang Sembarangan

Kapabar – Beberapa hari belakangan ini, Dinas Bina Marga Kota Sorong gencar melakukan pengerukan di drainase atau saluran air yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer 9 Kota Sorong, atau tepatnya di seputaran depan Hotel Kalabra. Hal ini sebagai bentuk upaya Pemerintah Kota Sorong dalam mencegah banjir, apalagi beberapa hari ini ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya itu sering diguyur hujan.
Pemandangan mengejutkan sekaligus menyedihkan pun nampak saat alat berat mulai mengeruk saluran air tersebut, dimana selain lumpur terdapat pula sampah serta botol air kemasan yang jumlahnya luar biasa banyak.
Penjabat (PJ) Walikota Sorong, Septinus Lobat mengatakan bahwa dirinya menyadari betul bahwa banjir merupakan masalah viral yang harus diatasi atau minimal dikurangi. Baik itu berbentuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Karenanya sebagai bentuk meminimalisir banjir dalam jangka waktu pendek jelas PJ Walikota, dirinya telah memerintahkan Dinas Bina Marga Kota Sorong untuk melakukan pengerukan drainase di seputaran Kilometer 9 Kota Sorong, yang merupakan daerah rawan banjir.
“Kemarin, pas air sampai meluber sampai di jalan raya, saya lakukan pengecekan disana dan mendapati air di drainase atau saluran air itu tidak mengalir. Itu berarti ada yang tersumbat atau penuh, makanya air tidak mau jalan,” kata Pj Walikota.
Lanjut PJ walikota, ‘diagnosa’nya itu ternyata benar dimana setelah melakukan pengerukan, Dinas Bina Marga mendapati lumpur yang sudah banyak tertimbun, sampah plastik, dan ribuan botol plastik bekas yang menumpuk di saluran air tersebut.
“Sudah kita lakukan pembersihan di drainase yang dimaksud, dan lihat sendiri, sampahnya terlebih khusus bekas botol minuman banyak sekali. Termasuk rumput-rumput yang mengganggu jalur air juga sudah Dinas Bina Marga bersihkan juga,” jelas PJ Walikota.
Melihat banyaknya sampah yang mengganggu jalur air di drainase itu, Pj Walikota mengajak masyarakat Kota Sorong untuk memupuk kesadaran diri untuk tidak buang sampah sembarangan, apalagi sampah plastik. Mengingat sambung dia, sampah-sampah yang dibuang secara sembarangan sudah sangat nyata akan menimbulkan musibah bagi diri sendiri.
“Sampah plastik ini terurainya saja sangat lama, apalagi sampai dibiarkan tertumpuk dalam jumlah banyak seperti ini di saluran air. Tidak hanya mengganggu kelestarian alam tetapi, juga menyebabkan banjir yang setiap hari kita keluhkan. Saya sudah komitmen untuk mempush dinas terkait untuk terus melakukan upaya penanganan banjir, tetapi disatu sisi mulai hari ini, dari diri kita sendiri harus punya kesadaran juga untuk tidak buang sampah sembarangan, sebagai bentuk upaya menghindarkan kota ini dari banjir,” harap PJ Walikota.
Sementara itu, salah satu warga setempat, Robertus menyampaikan apresiasinya kepada PJ Walikota dan Dinas Bina Marga Kota Sorong yang telah menunjukkan aksi nyata dalam upaya meminimalisir banjir di Kota Sorong.
“Ini sudah lama menjadi keresahan kami setiap hujan turun dan intensitasnya deras. Makanya saya pribadi menyampaikan terima kasih kepada Pj walikota dan dinas terkait yang telah melakukan pengerukan drainase agar air dapat mengalir serta tidak tertumpuk disini dan akhirnya menyebabkan banjir,” kata Robertus
“Kalau bisa lebih ditingkatkan lagi aktifitas-aktifitas seperti ini, tidak hanya di sini tetapi di semua titik yang juga menjadi daerah rawan banjir. Itu kalau bisa di depan masing-masing rumah warga juga dibuat benar dan bersih pak selokan-selokannya, biar air itu bisa ada jalan keluarnya,” sambung Robertus.*HMF
