Terkini

Sidang Putusan, Rudy Wijaya Menang Gugatan atas Bank Arfindo Cabang Sorong

Kapabar – Sidang putusan
Nomor 116/Pdt.G/PN Son perkara perdata antara penggugat Rudy Wijaya dengan tergugat PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Arfak Indonesia (Arfindo) Cabang Sorong dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat dimenangkan oleh penggugat Rudy Wijaya.

Sidang putusan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Beauty D. E. Simatauw SH. MH. digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya pada Rabu 3 Juni 2024.

Kuasa Hukum Rudy Wijaya, Efendy mengatakan, bahwa dalam sidang putusan tersebut tergugat dihukum untuk membayar kepada penggugat keseluruhan deposito milik penggugat yakni deposito tertanggal 3 November 2015 sebesar Rp 2.700.000.000.

“Ditambah deposito tertanggal 25 Oktober 2021 sebesar Rp 232.000.000 ditambah deposito tertanggal 2 September 2021 senilai Rp 468.000.000 ditambah deposito tertanggal 27 Januari 2022 senilai Rp 232.000.000 ditambah deposito tertanggal 31 Juli 2023 sebesar Rp 1.000.000.000 sehingga totalnya adalah Rp 4.632.000.000 secara sekaligus dan tunai setelah putusan itu,” tegas Efendy.

Efendy berharap melalui putusan itu, tergugat Bank Arfindo Cabang Sorong dan Kantor OJK Papua dan Papua Barat agar tunduk dan patuh terhadap putusan Pengadilan Negeri Sorong.

“Namun, jika pihak tergugat melakukan upaya hukum, maka kami sudah sudah bersiap dari pihak penggugat untuk melakukan upaya hukum selanjutnya. Setelah putusan ini, sudah ada beberapa yang akan melakukan gugatan juga kepada Bank Arfindo,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tergugat diberikan waktu selama 14 hari atau 2 minggu untuk membayar senilai Rp 4.632.000.000 kepada penggugat.

“Setelah 14 hari tidak ada upaya hukum maka dinyatakan putusan itu inkrah yang artinya keputusan yang berkekuatan hukum,” tuntasnya. *RON

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button

Penerimaan Mahasiswa Baru UNAMIN


banner popup

This will close in 20 seconds