Pendidikan

Diresmikan Pj Walikota Sorong, SMK Papua Bangkit Segera Tingkatkan Kualitas SDM 

Kapabar – Diyakini akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Sorong, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Papua Bangkit akhirnya resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Penjabat (Pj) Walikota Sorong, Septinus Lobat, Jumat (21/6).

Meskipun beroperasi dengan meminjam ruang kelas SMP Negeri 5, Suprau Kota Sorong, wajah optimis tampak dari wajah pengurus Yayasan Bangun Persaudaraan dan tenaga pengajar yang akan berbagi ilmu di SMK Papua Bangkit.

Pj Walikota yang ditemui usai kegiatan peresmian mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Yayasan Bangun Persaudaraan yang telah ikut membantu pemerintah daerah, dalam meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Papua Barat Daya terlebih khusus Kota Sorong.

“Jelas menjadi kerinduan kita untuk menghadirkan lembaga pendidikan baru, dan itu terwujud oleh Yayasan Bangun Persaudaraan melalui SMK Papua Bangkit. Harapannya sekolah ini dapat menjadi daya ungkit baru di Papua Barat Daya,” kata Pj Walikota.

Kedepan lanjut Pj Walikota, pihak yayasan, DPD RI, Pemerintah Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya akan bersinergi untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh SMK Papua Bangkit.

“Nanti kita lihat, yayasan bisa bantu apa, provinsi bisa bantu apa, DPD RI bisa bantu apa, dan kita bisa bantu apa untuk sekolah ini. Jadi nantinya kita akan bagi tugas agar bagaimana sekolah ini bisa jalan secara formal. Tentunya kita Pemerintah Kota Sorong sangat mendukung keberadaan sekolah ini,” kata Pj Walikota.

Sementara itu, salah satu pendiri SMK Papua Bangkit, Paul Fincen Mayor mengatakan bahwa SMK Papua Bangkit nantinya akan menyediakan jurusan pertambangan, perminyakan, farmasi atau kesehatan, administrasi perkantoran, serta multimedia atau IT.

Paul menegaskan, tujuan didirikannya sekolah ini adalah jelas untuk meningkatkan SDM di tanah Papua terlebih khusus Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya.

“Kenapa kita perlu mendorong keberadaan sekolah ini? Karena hari ini ada 31.216 anak asli Papua yang tidak bersekolah. Itu yang asli, belum termasuk yang peranakan dan mereka yang lahir besar di Papua. Ada permasalahan SDM yang perlu kita jawab,” tegas Paul.

“Seperti yang kita ketahui bersama juga bahwa kedepannya di Papua Barat Daya, akan ada KEK, smelter, dan perusahaan-perusahaan tambang di Papua Barat Daya. Nah anak-anak ini kita sediakan lembaga pendidikan yang bisa mendukung dan memberikan mereka bekal untuk bekerja di sana,” lanjut Paul.

Alasan lain dibangunnya sekolah itu ungkap Paul, adalah karena sudah 40 tahun lamanya tidak ada lembaga pendidikan tingkat SMA/SMK di wilayah Kampung Salak, Suprau, Tampa Garam, Tanjung, dan Saoka.

“Fakta ini sangat riskan karena selama ini tidak ada sekolah setingkat SMA/SMK disini. Makanya tadi kita juga sudah suarakan ke PJ Walikota Sorong, untuk pengadaan bus sekolah khusus bagi siswa yang bersekolah di SMK Papua Bangkit. Tujuannya agar akses siswa ke sini jadi lebih mudah dan tidak perlu bergelantungan di angkutan-angkutan umum,” kata Paul sembari mengatakan permintaan pengadaan bus sekolah itu direspone positif oleh PJ Walikota Sorong.*HMF

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button

Penerimaan Mahasiswa Baru UNAMIN


banner popup

This will close in 20 seconds