Terkini

Permohonan Penangguhan Tidak Dikabulkan, Kuasa Hukum Wiro dan femmy Pertanyakan Putusan Kapolsek Sorong Barat

Kapabar – Arfan Foretoka selaku Kuasa hukum Femmy dan Wiro, terlapor kasus penipuan jual beli mesin pancang, mempertanyakan kepastian hukum dan status kliennya. Menurut Arfan, saat ini pihaknya masih berupaya memperjuangkan hak kliennya.

Diterangkan Arfan, kedua kliennya ditahan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh WNL yang tidak lain adalah adik kandung dari Wiro. Tetapi menurut Arfan hanya Femmy yang ditahan, mengingat suaminya, dalam hal ini Wiro sedang sakit dan tidak mungkin menjalani kurungan.

Dikatakan Arfan, kliennya ditahan 1×24 jam pada hari Sabtu 11 November 2023 di Polsek Sorong Barat, sebelum akhirnya dipindahkan ke Polresta Sorong Kota. Lanjut Arfan, dirinya sendiri telah mengajukan penangguhan penahanan kepada pihak Polsek Sorong Barat, dengan alasan suami Femmy yakni Wiro sedang sakit stroke dan harus mendapat perhatian lebih dari istrinya.

“Permohonan penangguhan yang kami ajukan sampai sekarang ini tidak mendapat respone dari pihak kepolisian. Karenanya kami menemukan adanya potensi perkara perdata. Melihat apa yang terjadi, kami akan menggugat pelapor terkair perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Sorong, dengan nomor perkara 115/Pdt.G/2023/PN Son tanggal 16 November 2023,” tegas Arfan.

Dijelaskan Arfan, secara hukum ketika muncul dua potensi perkara maka salah satunya harus ditangguhkan, yang mana secara otomatis yang ditangguhkan itu adalah perkara pidana sambil menunggu keputusan perkara perdata.

“Kami sudah masukkan surat ke kapolres juga ke kapolsek, karena laporan Ini kan lokasinya di Polsek Sorong Barat. Seharusnya surat kami itu direspone dengan menangguhkan masa tahanan Femmy yangsudah teregister perkaranya. Hal ini sesuai dengan surat edaran Mahkamah Agung. Itulah kenapa sekarang ini kami mempertanyakan keputusan penyidik Polsek Sorong Barat yang belum juga menangguhkan penahanan Femmy,” keluh Arfan.

“Ini kan perkara mesin pancang, ibu Femmy orang yang tidak tahu soal transaksi itu karena dilakukan oleh suaminya. Tapi Femmy dikenakan pasal yang sama dengan suaminya karena dianggap pelaku utama. Dari situ kita bisa berasumsi ada yang janggal dalam penanganan kasus ini. Lagipula penyidik boleh kembali menahan kliennya apabila perkara pidata yang mereka ajukan mereka kalah di Pengadilan,” sambung Arfan.

Media ini sendiri telah melakukan upaya konfirmasi kepada pihak kepolisian terkait keluhan dari kuasa hukum Wiro dan Femmy. Namun sampai berita ini dipublish, Kapolsek Sorong Barat belum juga memberikan respone.

Sebelumnya atau sekitar 8 tahun yang lalu telah terjadi transaksi jual beli mesin pancang antara Wiro dan adiknya yang berinisial WNL.

Saat itu Wiro membeli mesin pancang tersebut dari adiknya seharga Rp 40.000.000, yang mana karena merasa mereka adalah saudara kandung, nota ataupun kwitansi pun dianggap tidak perlu keberadaannya.

Namun ternyata, WNL malah mempersoalkan transaksi tersebut dan melaporkan Wiro serta Femmy ke Polsek Sorong Barat atas dugaan penipuan dan penggelapan. Laporan ini pun berbuah dengan penahanan Femmy.*HMF

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button

Penerimaan Mahasiswa Baru UNAMIN


banner popup

This will close in 20 seconds