Uncategorized

BPJS Kesehatan Di Kepulauan Timur, Warga Distrik Salawati Utara Gali Informasi JKN

Raja Ampat, Jamkesnews – Menempuh perjalanan 1,5 jam dari Kota Sorong menggunakan perahu mesin, BPJS Kesehatan Cabang Sorong turun langsung memberikan sosialisasi atau pemberian informasi langsung kepada masyarakat di Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat di Kampung Samate dan Kampung Waidim terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kamis (17/02).

“Dari komitmen pemerintah daerah, Kabupaten Raja Ampat sendiri sudah mencapai lebih dari 95% masyarakatnya telah terdaftar sebagai peserta JKN, predikat Universal Health Coverage (UHC), yang mana kepesertaanya langsung aktif (non cut off), sehingga ketika pemerintah daerah mendaftarkan masyarakatnya sebagai peserta JKN, maka bisa langsung aktif, dan langsung terlindungi tidak harus menunggu lama.” Jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Gilang Yoga Wardanu dalam sambutannya.

Yoga menambahkan dengan terjun langsung ke kampung, pihaknya dapat mendata setiap masyarakat yang masih belum terdaftar sebagai peserta JKN dan akan daftarkan menjadi tanggungan pemerintah daerah Kabupaten Raja Ampat. Pihaknya juga menjelaskan terkait Program JKN mulai dari prosedur, alur serta hak dan kewajiban menjadi peserta JKN.

“Harapanya pemerintah daerah dan kami (BPJS Kesehatan), seluruh masyarakat di Kabupaten Raja Ampat mendapatkan jaminan kesehatannya tanpa terkecuali, bahkan sampai ke kampung pelosok-pelosok.” Lengkapnya.

Pihaknya juga memberikan informasi langsung terkait Program JKN kepada masyarakat tersebut agar mendapatkan informasi terkait prosedur JKN, hak dan kewajiban setiap masyarakat dalam jaminan kesehatan yang telah diakomodir pemerintah daerah serta pentingnya memiliki jaminan kesehatan untuk setiap masyarakat.

“Selain kewajiban setiap penduduk Indonesia terdaftar sebagai peserta JKN, penting juga menjadi peserta JKN sebagai pelindung jaminan kesehatan karena tidak ada yang menjamin akan sehat terus, sakit bisa datang kapan saja tanpa kita ketahui. Dengan menjadi peserta JKN tidak akan khawatir akan biaya pelayanan kesehatan karena sudah ada yang menjamin yaitu BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Untuk kemudahan akses layanan kesehatan, Yoga juga menjelaskan pihak BPJS Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan terutama di wilayah Kabupaten Raja Ampat telah berkomitmen salah satunya melalui penerapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas peserta JKN dalam mendapatkan pelayanan kesehatan

“Jadi kalau sudah dipastikan terdaftar sebagai peserta JKN, kalau mau berobat ke fasilitas kesehatan, lupa membawa kartu JKN, bisa menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau sebutkan NIK saja,” Jelasnya menambahkan.

Kedatangan pihak BPJS Kesehatan disambut dengan baik oleh masyarakat sekitar termasuk pihak Puskesmas Samate yang merasa terbantu dengan adanya pemberian informasi langsung kepada masyarakat karena dapat mempermudah pelayanan di fasilitas kesehatan nantinya.

“Kami dari pihak Puskesmas Samate juga mendapat informasi-informasi terbaru terkait Program JKN, sehingga kalo ada pasien yang datang berobat dapat kami sosialisasikan kembali kepada mereka. Pihak kami juga siap membantu dan berkoordinasi terkait pendaftaran JKN masyarakat kami yang belum terdaftar sehingga masyarakat tidak perlu menyebrang laut lagi untuk ke waisai, terlebih dengan keterbatasan biaya sehingga mereka tidak bisa ke sorong atau ke waisai.” Jelas perwakilan Puskesmas Samate, Doni.

Ia juga menyampaikan rasa bersyukur dan terima kasih dari masyarakat Kampung Samate dan Kampung Waidim, kepada pihak BPJS Kesehatan yang sudah datang memberikan informasi langsung dengan baik dan jelas menyangkut kepesertaan dan kepemilikan kartu JKN sehingga masyarakat bisa mengetahui manfaat dari kartu JKN yg mereka miliki.

Sebagai informasi kondisi pelaksanaan Program JKN di Kabupaten Raja Ampat hingga 1 Februari 2023, jumlah peserta JKN telah mencapai 75.505 jiwa. (*)

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button