Keluarga Korban Minta Pertanggungjawaban Dua Suku yang Bertikai
Kapabar – Keluarga korban terbakarnya bangunan Double O meminta kedua suku yang bertikai untuk bertanggung jawab. Pasalnya menurut keluarga korban, aksi dari kedua suku inilah yang menyebabkan bangunan Double O terbakar.
“Mungkin iya mereka sudah berdamai dan ada kesepakatan di kantor polisi kemarin, tapi mereka juga tidak boleh lupa, kalau ada belasan korban dari aksi mereka itu,” kata Jefri yang merupakan ayah dari Ica, salah satu korban jiwa terbakarnya bangunan Double O.
Jefri mengharapkan kedua suku yang bertikai tadi dapat menemui keluarga korban untuk menyelesaikan masalah ini.
“Masalah ini sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian, dan untuk proses mediasi dengan kedua suku ini kami serahkan kepada pihak yang berwajib. Sementara untuk urusan ganti rugi atau denda, untuk saat ini saya belum bisa membahas itu, karena harus ada pembicaraan dulu dengan keluarga korban yang lain, mengingat disini yang menjadi korban bukan anak saya saja,” ujar Jefri yang ditemui di Hotel Luxio, Kamis (27/1).
Fakta menyedihkan pun terungkap dalam wawancara Kapabar bersama Jefri, dimana menurut yang bersangkutan sampai saat ini mereka belum berkomunikasi dan ditemui oleh pihak Double O.
“Belum, sampai saat ini kami belum dimediasi dan berkomunikasi dengan pengelola Double O. Sejauh ini kami belum dapat berita apa-apa dari mereka, mungkin kedepannya baru ada kabar dari Double O. Untuk saat ini kami dan pihak rumah sakit masih mengurus jenazah dulu,” tuntas Jefri.
Sebelumnya, 17 orang dilaporkan tewas di dalam tempat karaoke Double O Sorong, Selasa (25/1/2022). Peristiwa itu terjadi usai dua kelompok warga bertikai hingga akhirnya membakar tempat karaoke tersebut.*HMF