SKK Migas – PAM Jemaat GKI Paulus Saoka Gelar Lomba Cipta Kreasi Kearifan Masyarakat

Kapabar – SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Papua dan Maluku atau Pamalu dengan Persekutuan Anggota Muda (PAM) Gereja Kristen Injili (GKI) Paulus Saoka Berkolaborasi dalam kegiatan Lomba Cipta Kreasi Kearifan Masyarakat, Sabtu (20/1/2024).
Kegiatan yang sudah berlangsung sejal tanggal 8 Desember 2023 itu diikuti oleh empat Rayon Jemaat Paulus Saoka. Diantaranya, akni Rayon Betania, Rayon Ora Et Labora, Rayon Immanuel dan Rayon Maranatha.
Adapun beberapa perlombaan dalam kegiatan tersebut, diantaranya lomba membuat lomba menemukan bibit tumbuhan dari alam, lomba membuat spot foto dan lomba menghias perahu. Namun ada juga lomba inovasi kreasi rasa, yakni dalam lomba memasak.
Pjs. Kepala Perwakilan SKK Migas Papua dan Maluku, Galih W. Agusetiawan mengungkapkan, kompetisi tersebut digagas guna menumbuhkan kembali budaya lokal (local wisdom) yang pernah ada namun mungkin tidak terlihat oleh masyarakat luas.
“Misalnya dalam lomba memasak tadi ditampilkan menu pisang PNG lokal, keladi tumbu, kemudian ada juga nasi goreng buah merah kemudian otak-otak dan bumbu buah merah yang merupakan inovasi kreasi rasa. Itu hisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang, agar ketika nanti ada kebutuhan wisatawan yang datang ke Saoka, mereka tidak lagi membawa makanan dari rumah melainkan bisa menikmati kuliner khas dari Saoka,” ujar Galih.
Dikatakan Galih, tujuan diadakannya kompetisi tersebut juga dimaksudkan untuk menggali potensi pemuda dan masyarakat Saoka yang memang bisa maju untuk menjalin kemitraan. Dimana, melalui perlombaan tersebut juga disyaratkan kemampuan bermitra antar sesama.
“Jadi peserta lomba akan dibagi menjadi beberapa tim dan mereka bekerja secara mandiri bersama timnya. Bukan kerja mandiri seorang diri melainkan kerja bersama tim lainnya. Kolaborasi tersebut akan mewujudkan kerukunan dalam komunikasi dan koordinasi antar timnya,” sambung Galih.
Selepas kompetisi tersebut, SKK Migas juga akan terus mendorong kemandirian masyarakat melalui pelatihan dan perubahan pola pikir serta meningkatkan kepercayaan hingga mencapai value kewiraswastaan.
“Jadi ada tiga poin yang ingin dicapai, yakni perubahan pola pikir, meningkatkan kepercayaan bagi wiraswasta dan keningkatkan value agar mereka bisa menjadi wiraswasta. Hal itu harus dimulai dari perubahan mental positif. Rencananya nanti masyarakat pemuda di Saoka ini akan di skrining kembali untuk memilih leader yang bisa mendorong kegiatan usaha kewiraswastaan masyarakat setempat. Nantinya, para leader tersebut akan mengikuti pelatihan khususu untuk selanjutnya para leader akan merekrut rekan-rekan lainnya guna mendorong pola bisnis bersama bagi masyarkat Saoka,” terangnya.
Menurutnya, lomba cipta kreasi tersebut juga bagian dari program pengembangan masyarakat. Saat ini kagiatan dipusatkan di Saoka karena wilayah tersebut akan dikembangkan sebagai daerah pariwisata oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

“Kami menyiapkan mental masyarakat Saoka untuk menerima perubahan itu. Kami berharap jika ke depan pariwisata di Saoka berkembang, maka masyarakat likal tidak hanya menjadi penonton saja, melainkan sebagai pelaku priwisatanya,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pekerja GKI di Tanah Papua Klasis Sorong, Pendeta Jeane Fonataba Haurissa, S.Th, M.Si menyambut baik serangkaian kegiatan yang diggas SKK Migas dan KKKS wilayah Pamalu hersama masyarakat Saoka. Sebab hal tersebut sejalan dengan komitmen GKI di Tanah Papua pada tahun 2024 ini, yakni tahun pemberdayaan kapasitas dan kapabilitas pelayan dan warga jemaat.
“Kedepan, warga jemaat pasti akan menghadapi banyak persoalan, tantangan dan pergumulan. Maka melalui pelatihan seperti ini diharapkan menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih siap secara psikis maupun fisik dalam menghadapi tantangan global,” ujar Pendeta Jeane.
Pendeta Jeane mengatakan, memang bukan hal mudah untuk merubah kebiasaan serta meng-upgrade pola pikir yang sudah lama ada. Namun untuk menuju perubahan yang lebih positif, upaya tersebut harus dilakukan.
“Masyarakat yang dulu terbiasa hanya duduk, berdiri dan jalan santai, dekarang harus dipaksa perlari. Kalau tidak mereka akan tertinggal. Dunia dan tantangannya selalu berkembang cepat, maka kita juga harus bisa beradaptasi supaya nanti menolong diri kita sendiri,” tegasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan-kegiatan SKK Migas dan KKKS Pamalu, masyarakat Saoka juga tmdapat menujudkan motto jemaat Beriman (bersatu, inovatif dan mandiri) dalam kehidupan. *RON
