Tingkatkan Kapasitas SDM, 302 Kader Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Digembleng

Kapabar – Sebanyak 302 kader ketahanan dan kesejahteraan keluarga dibekali pelatihan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Senin 6 Juli 2026.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan program pembangunan keluarga, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung upaya pencegahan stunting.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Sorong Hermanus Kalasuat mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat peran kader dalam mendampingi masyarakat.
“Pelatihan ini merupakan penyegaran bagi kader yang selama ini telah bekerja mendampingi masyarakat. Mereka kami bekali kembali dengan berbagai materi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata Hermanus.
Hermanus menjelaskan kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Juli 2026 itu diikuti 302 kader yang terdiri atas kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dari seluruh distrik dan kelurahan di Kota Sorong.
Menurut Hermanus, kader memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga, mulai dari pembinaan ibu dan anak, penguatan ketahanan keluarga, hingga mendukung program pengendalian penduduk dan keluarga berencana.
Ia mengatakan tugas kader juga berkaitan erat dengan sektor kesehatan karena pembinaan keluarga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak dini.
“Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana berada pada sisi hulu melalui pembinaan keluarga, sedangkan Dinas Kesehatan lebih berperan pada pelayanan kesehatan. Karena itu, keduanya saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan tersebut diisi dengan penyegaran materi dan evaluasi terhadap kinerja kader yang selama ini telah menjalankan tugas di lapangan.
Sejumlah narasumber dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Barat turut memberikan materi mengenai pengendalian penduduk, pembangunan keluarga, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kompetensi kader sehingga pelayanan penyuluhan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berdampak pada keberhasilan program pembangunan keluarga, pencegahan stunting, serta peningkatan kesejahteraan keluarga di Kota Sorong.
“Saya berharap melalui kegiatan tersebut para kader dapat meningkatkan kompetensi dan memperkuat pelayanan penyuluhan kepada masyarakat sehingga program pembangunan keluarga, pencegahan stunting, serta peningkatan kesejahteraan keluarga di Kota Sorong dapat berjalan lebih efektif,” katanya. *RON
