Menteri PKP Targetkan Developer Bangun 3.000 Rumah Subsidi di PBD

Kapabar – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menargetkan pengembang swasta (developer) untuk membangun sebanyak 3.000 unit rumah subsidi di wilayah Provinsi Papua Barat Daya di tahun 2026.
“Tahun 2025, realisasi pembangunan rumah subsidi di Papua Barat Daya hanya 946 unit. Saya menargetkan naik menjadi 3.000 unit atau tiga kali lipat,” kata Maruarar saat meninjau Perumahan Subsidi Aqwa Mulia Residence, Kota Sorong, Minggu 26 April 2026.
Menurut Ara, saapannya, dengan dinaikannya target tersebut dapat memenuhi kebutuhan hunian yang layak sekaligus mengurangi angka backlog atau kekurangan perumahan yang masih tinggi.
“Ini juga upaya yang kami lakukan dalam mendukung dan mensukseskan program 3 juta rumah sebagai wujud kehadiran negara dalam menyediakan hunian dengan harga terjangkau,” sebut Ara.
Ara menegaskan, jika penerima manfaat rumah subsidi dari pemerintah adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Penerima manfaat rumah subsidi ini adalah MBR yang pastinya memenuhi syarat ataupun kriteria,” tambahnya.
Ia juga menyoroti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB) yang belum bebas dari segi retribusi.
“Ini kebijakan nasional yang pro terhadap rakyat kecil. Sehingga, saya minta kepada gubernur dan walikota untuk membebaskan retribusi PBG dan BPHTB,” katanya. *RON
