Natal Nasional Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo: Tanamkan Nilai Toleransi dalam Keluarga

Kapabar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Papua Barat Daya bersama sayap organisasi Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) menggelar Perayaan Natal Nasional di Aimas Hotel Convention Centre, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu 17 Januari 2026. Acara tersebut dihadiri ribuan jemaat, kader Gerindra, serta undangan dari berbagai denominasi gereja.
Perayaan Natal ini turut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, Ketua DPD Gerindra PBD Oktasari Sabil, sejumlah kepala daerah di Papua Barat dan Papua Barat Daya, tokoh agama, simpatisan partai, dan perwakilan masyarakat dari berbagai daerah di Papua Barat Daya.
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan kesaksian iman sekaligus pesan penting mengenai toleransi, kerukunan umat beragama, dan persatuan bangsa dalam berbagai forum nasional dan internal partai.
Hashim Djojohadikusumo
yang juga adik kandung dari Presiden Prabowo Subianto menceritakan bahwa keluarga besar Djojohadikusumo
terdiri dari tiga pemeluk agama yang berbeda.
Ia menjelaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto beragama Islam, sementara dirinya beragama Kristen, dan terdapat anggota keluarga lain yang memeluk Katolik.
Meski berbeda keyakinan, setiap tahun Presiden Prabowo selalu hadir dalam perayaan Natal dan makan siang bersama keluarga.
“Artinya, kami selalu menanamkan nilai toleransi dalam keluarga dan antarumat beragama. Kami yakin Tuhan sayang Indonesia, termasuk Papua,” ujar Hashim.
Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara Pancasila, di mana seluruh rakyat dari berbagai suku dan agama memiliki derajat yang sama.
“Partai Gerindra dan Presiden Prabowo bertekad menjaga, melestarikan, dan menegakkan Pancasila untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Papua,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hashim juga membagikan kisah panjang perjalanan spiritualnya selama 20 tahun terakhir ketika ia masih bekerja di luar negeri.
Dirinya menuturkan pernah tinggal dan bekerja di London dengan usaha terkait industri minyak. Pada saat terjadi bencana besar di Texas, Amerika Serikat, ia mendapatkan dorongan untuk membantu para pengungsi melalui gereja lokal.
Setelah menanyakan kebutuhan mereka, ia memutuskan mengirim bantuan senilai 50.000 dolar AS. Respons itu membuat pihak gereja terharu karena bantuan tersebut datang tepat pada saat mereka kehabisan makanan dan kebutuhan dasar.
“Wanita yang saya hubungi langsung menangis. Ia bilang mereka sudah berhari-hari berdoa karena kehabisan makanan, selimut, dan pakaian. Doa mereka dijawab melalui bantuan yang saya kirim,” ungkapnya.
Dia menilai pengalaman itu sebagai mujizat yang memperkuat imannya untuk terus membantu sesama, tanpa memandang negara atau latar belakang.
Dua minggu terakhir, katanya, ia kembali mendapat dorongan untuk membantu seorang misionaris asal Iran yang melayani pengungsi Timur Tengah di Kanada. Bantuan itu dikirim untuk membangun kembali fasilitas yang rusak dan mendukung pelayanan sosial.
“Saya percaya Tuhan Yesus memerintahkan saya menolong orang lain, termasuk warga di Amerika dan Kanada. Orang Indonesia juga bisa membantu bangsa lain, karena itu perintah Tuhan,” ujarnya.
Komitmen untuk Kaum Disabilitas
Hasyim juga menyampaikan kembali komitmen yang sudah ia dan Prabowo gaungkan sejak 2014 untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.
Menurutnya, ada lebih dari 1.200 penyandang disabilitas yang hadir dalam acara dialog pada tahun 2014. Saat itu, mereka meminta perubahan istilah “penyandang cacat” menjadi “penyandang disabilitas”, agar lebih menghargai martabat manusia.
“Kami berjanji memperjuangkannya, dan syukur setelah dua tahun, undang-undang itu akhirnya berubah. Itu perjuangan bersama untuk memuliakan mereka,” katanya.
Selain itu, dalam acara di Aimas ini, bantuan juga diserahkan kepada komunitas difabel sebagai bentuk kehadiran negara dan kepedulian sosial Gerindra.
Sebelumnya, Gekira telah menggelar seminar nasional yang menggagas tema tentang penguatan peran umat Kristiani dalam pembangunan nasional dan kontribusi Indonesia Timur sebagai kawasan masa depan. *RON
