BPJamsostek Sorong Paparkan Cakupan Kepesertaan dan Pembayaran Klaim Sepanjang 2025

Kapabar – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Cabang Sorong memaparkan cakupan kepesertaan dan pembayaran klaim jaminan sosial ketenagakerjaan sepanjang tahun 2025.
Kepala BPJamsostek Cabang Sorong, Iguh Bimantoroyudo mengatakan bahwa, peserta aktif Penerima Upah (PU) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah kerja Papua Barat dan Papua Barat Daya sebanyak 108.683 peserta aktif hingga 31 Desember 2025.
“Sementara itu, untuk peserta Bukan Penerima Upah (BPU) sebanyak 234.080 peserta aktif hingga 31 Desember 2025 dan peserta Jasa Konstruksi (Jakon) sebanyak 20.160 peserta aktif hingga 31 Desember 2025,” kata Iguh di kantornya Jalan Basuki Rahmat, Km.12.5, Kota Sorong, Rabu 7 Januari 2026.
Dikatakan Iguh, sedangkan untuk total iuran dari kepesertaan yang aktif dari semua segmen seperti PU, BPU, Jakon dan PMI sebesar Rp 252.612.475.336.
“Kami juga berupaya di bidang pengawasan dan penyidikan (Wassidik) terkait dengan PDS TK dan PDS Upah serta piutang iuran yang bekerjasama dengan aparat penegak hukum dari Kejaksaan, KPKNL dan Pegawai Pegawas Ketenagakerjaan,” jelas Iguh.
Ia merincikan, sedangkan untuk pembayaran klaim sepanjang tahun 2025 dari konsol Sorong, Manokwari, Fakfak dan Raja Ampat sebesar Rp Rp819.393.838.610 dari
53.382 kasus atau klaim.
“Kasus atau klaim ini untuk seluruh program, mulai dari Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Beasiswa,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, tren pembayaran klaim sepanjang tahun 2024 hingga 2025 mengalami kenaikan untuk seluruh program kecuali Beasiswa.
Program JHT dari 12.916 kasus di tahun 2024 menjadi 28.888 di tahun 2025 atau naik 15.972 kasus atau naik 124 persen.
Program JKM dari 637 kasus di tahun 2024 menjadi 766 kasus di tahun 2025 atau naik 129 kasus atau naik 20 persen.
Program JKK dari 544 kasus di tahun 2024 menjadi 1.016 kasus di tahun 2025 atau naik 472 kasus atau naik 87 persen.
Program JP dari 215 kasus di tahun 2024 menjadi 272 kasus di tahun 2025 atau naik 57 kasus atau naik 27 persen.
Program JKP dari 143 kasus di tahun 2024 menjadi 2.100 kasus di tahun 2025 atau naik 1.957 kasus atau naik 1.369 persen.
Program Beasiswa dari 580 kasus di tahun 2024 menjadi 388 kasus di tahun 2025 atau mengalami penurunan. *RON
