Longmarch, Gerakan Solidaritas Desak Pemerintah Cabut IUP Nikel di Raja Ampat

Kapabar – Polemik tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya berbuntut panjang. Terkini, sekelompok massa yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas melakukan aksi longmarch menuju Kantor Gubernur Provinsi Papua Barat Daya yang berlokasi di Jalan Merpati, Kota Sorong, Selasa 10 Juni 2025 pagi.
Pantauan media ini, aksi longmarch yang diikuti ratusan orang massa ini, melakukan start dari dua titik kumpul yakni Taman Sorong City Jalan Basuki Rahmat Km.7,5 dan depan Ramayana Sorong Jalan Jenderal Ahmad Yani, Klademak, Kota Sorong.
Aksi longmarch ini bertujuan untuk mendesak pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya agar segera mencabut seluruh Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Nikel di Kabupaten Raja Ampat.
Koordinator Umum Gerakan Solidaritas Abner Dimana kepada wartawan mengatakan bahwa Raja Ampat merupakan kebanggaan bersama, surga kecil yang jatuh ke bumi.
“Raja Ampat adalah warisan yang berharga untuk generasi dikemudian hari. Olehnya, menjaga alamnya wajib dan harus dilakukan, karena tambang nikel belum pernah mensejahterakan masyarakat dan hanya merusak alam,” ujar Abner.
Abner juga menyayangkan kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu
ke Pulau Gag, Raja Ampat, belum lama ini kemudian menyebut bahwa disana baik-baik saja serta informasi kerusakan alam hanyalah hoax.
“Tertapi, kenyataannya justru merekalah yang menyebarkan hoax. Karena, menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan semua aktivitas tambang nikel di Raja Ampat tidak memenuhi syarat, sebab wilayah kepulauan yang tidak boleh ditambang,” ungkap Abner.
Abner juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam perjuangan agar IUP nikel di Raja Ampat dicabut oleh pemerintah.
“Mari kita semua bersatu dalam aksi ini untuk menyelamatkan Raja Ampat. Save Raja Ampat,” tuntasnya. *RON
