Peringati Hari Karantina, BKHIT Papua Barat Daya Tanam 200 Bibit Mangrove di Sorong

Kapabar – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Barat Daya menggelar aksi penanaman 200 bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove, Kelurahan Klawalu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Sabtu (26/9/2026) pagi.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT Badan Karantina Indonesia (Barantin) ke-3 yang jatuh pada 18 Oktober 2026.
Kepala BKHIT Papua Barat Daya, Wayan Kertanegara, mengatakan penanaman dilakukan di lahan kosong sepanjang kawasan wisata mangrove.
“Kami tanam bibit mangrove di lahan yang kosong. Tujuannya untuk menjaga ekosistem di wilayah pesisir dan mencegah abrasi,” kata Wayan kepada wartawan.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Penataan Ruang Laut (PRL), dan Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP).
“Yang utama kami mengundang Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup,” ungkapnya.
Selain penanaman mangrove, BKHIT Papua Barat Daya juga menggelar rangkaian kegiatan sosial, seperti pemeriksaan hewan dan vaksinasi rabies gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta donor darah.
“Untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini agar bisa dilakukan pengobatan dan pencegahan,” paparnya.
Wayan berharap, di momentum Hari Karantina dan HUT Barantin ini, seluruh tim BKHIT Papua Barat Daya dapat memberikan pelayanan optimal dan perlindungan lingkungan secara maksimal.
“Melalui gerakan ini kami ingin menjaga lingkungan dengan baik, tentunya dengan meningkatkan pelayanan agar tercapai kepuasan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya, Absalom Solossa, mengapresiasi aksi tersebut.
Menurutnya, penanaman mangrove merupakan langkah penting untuk melindungi wilayah pesisir yang rentan abrasi dan banjir rob.
“Prinsipnya adalah ‘Ko Jaga Alam, Alam Jaga Ko’. Jadi kalau kita menjaga alam, alam pun akan menjaga kita,” tegas Absalom.
Ia juga mendorong stakeholder lain di Papua Barat Daya untuk melakukan aksi serupa dan mengajak masyarakat menjaga kelestarian mangrove karena sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. *RSR
