Sambut HUT ke-21, Empat Belas PAUD Ikuti Karnaval Himpaudi Kota Sorong

Kapabar – Sebanyak 14 satuan pendidikan (Satdik) tingkat PAUD di Kota Sorong mengikuti karnaval yang digelar oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Sorong pada Rabu 12 Agustus 2026, pagi.
Karnaval yang mengawali start dari Lapangan PAUD Obi Aspol dan finish di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua Barat Daya tersebut digelar dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81 tahun sekaligus HUT Himpaudi ke-21 tahun 2026.
Ketua Bunda PAUD Kota Sorong, Jemima Elisabeth mengatakan, karnaval tersebut bukan hanya momentum untuk sekedar berkumpul, namun sedang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar, bermain, berekspresi, bersosialisasi, membangun keberanian dan merasakan kegembiraan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Anak-anak yang saya sayangi, hari ini kalian boleh tersenyum, boleh bergembira, boleh bernyanyi, boleh berjalan bersama teman-teman, dan menunjukkan kreativitas kalian.Karena anak yang bahagia adalah anak yang memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Jemima.
Menurut Jemima, karnaval ini juga mengajarkan kepada anak-anak tentang keberagaman Indonesia.
“Lihatlah hari ini, kita hadir dengan berbagai pakaian, berbagai warna, berbagai kreativitas, tetapi kita tetap berjalan bersama.
Berbeda-beda tetapi tetap satu. Itulah Indonesia dan itulah semangat yang harus kita tanamkan sejak usia dini,” tambah Jemima.
Dikatakan Jemima, anak PAUD adalah investasi masa depan bangsa. Karena masa usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak.
“Apa yang anak lihat, dengar, rasakan, dan alami pada masa ini akan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kepribadiannya,” kata Jemima.
Oleh karena itu, sambung dia, pendidikan anak usia dini bukan sekadar mengajarkan anak membaca, menulis, atau berhitung.
“Lebih dari itu, PAUD adalah tempat untuk membangun: karakter, kemandirian, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, Rasa percaya diri, kepedulian, disiplin serta nilai-nilai moral dan kebangsaan,” terangnya.
Dia mengajak orang tua dan guru untuk bersama-sama memberikan pengasuhan dan pendidikan yang penuh kasih sayang kepada anak-anak.
“Anak-anak ini harus dipersiapkan untuk menjadi manusia yang baik, sehat, percaya diri, berkarakter, dan mampu membangun masa depan bangsa,” sebutnya.
Bagi anak, dirinya juga berpesan agar belajar dengan rajin, bermain dengan gembira, sayangi teman, hormati guru, sayangi orang tua, dan jangan takut untuk bermimpi.
“Suatu hari nanti, diantara kalian mungkin ada yang menjadi dokter, perawat, guru, polisi, tentara, pemimpin, ilmuwan, pengusaha, atau menjadi pemimpin Papua Barat Daya dan Indonesia,” tuntasnya.
Sementara itu, Ketua Himpaudi Kota Sorong, Deisie W Jacob menyebutkan, melalui kegiatan karnaval itu, Himpaudi hadir menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada anak-anak.
“Sejak usia dini, anak-anak ini harus diberikan pemahaman dan wawasan tentang perjuangan para pahlawan hingga menuju momentum kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Deisie.
Deisie merincikan selain kegiatan karnaval, pihaknya bersama Dinas Pendidikan Kota Sorong juga menyelenggarakan pelatihan dan pembekalan bagi guru PAUD untuk meningkatkan kompetensi.
“Lewat Himpaudi dan Dinas Pendidikan, guru-guru diajar tentang kurikulum yang telah dicanangkan oleh pemerintah melalui Kemendikdasmen,” jelasnya. *RON
