Pendidikan

Kemendikdasmen Komit Hadirkan Layanan Pendidikan Berbasis Teknologi hingga Wilayah 3T

Kapabar – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen untuk menghadirkan pemerataan layanan pendidikan berbasis teknologi bagi seluruh sekolah di Indonesia, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Untuk semua sekolah, tahun 2025 programnya satu sekolah satu perangkat. Tahun 2026 insyaallah akan ditambah menjadi satu sekolah tiga perangkat,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa 26 Mei 2026.

Abdul Mu’ti menjelaskan setiap sekolah nantinya akan mendapatkan dukungan beberapa penyedia layanan internet atau internet service provider (ISP) untuk memperkuat akses jaringan dan mendukung pembelajaran digital.

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah membagi sekolah penerima program digitalisasi menjadi tiga kategori berdasarkan kondisi infrastruktur yang dimiliki.

“Kategori pertama adalah sekolah yang telah memiliki listrik dan akses internet sehingga hanya memerlukan penguatan pemanfaatan teknologi pembelajaran,” kata Abdul Mu’ti.

Sementara kategori kedua, sambung dia, mencakup sekolah yang sudah memiliki listrik tetapi belum tersedia jaringan internet. Untuk sekolah tersebut, pemerintah membantu penyediaan akses internet melalui kerja sama dengan layanan Starlink agar instalasi jaringan lebih mudah dilakukan.

“Sekolah yang sudah ada listrik tetapi belum ada internet akan dibantu akses jaringan melalui Starlink,” katanya.

Ia menambahkan, adapun kategori ketiga merupakan sekolah yang belum memiliki listrik maupun akses internet. Untuk sekolah tersebut, pemerintah menyiapkan akses internet sekaligus dukungan listrik melalui pemasangan panel surya.

“Kalau sekolah yang belum ada listrik dan internet, paketnya tetap diberikan saluran internet kemudian listriknya menggunakan panel surya khusus di sekolah itu,” jelasnya. 

Ia mengatakan program digitalisasi pendidikan tersebut telah berjalan sejak 2025 dan akan terus diperluas secara bertahap ke berbagai daerah.

“Selain pembangunan infrastruktur digital, kami juga memberikan pelatihan kepada para guru agar mampu memanfaatkan perangkat dan layanan internet secara optimal dalam proses belajar mengajar,” ungkapnya. 

Menurut dia, pelatihan tersebut penting agar fasilitas digital yang diberikan dapat benar-benar mendukung peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.

“Guru-guru kami latih supaya bisa menggunakan perangkat dan internet dengan baik untuk peningkatan mutu pembelajaran,” ujarnya.

Bahkan, timpal dia, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan laptop kepada sekolah guna membantu guru mengunduh dan menyimpan materi pembelajaran sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada koneksi internet.

“Digitalisasi pendidikan menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas akses pendidikan yang merata di seluruh Indonesia,” tuntasnya. *RON 

Tampilkan Lebih Banyak

Leave a Reply

Back to top button