Komadan Kodaeral XIV Saksikan Penayangan Perdana Film The Hostage’s Hero


Kapabar – Komandan Kodaeral XIV, Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP didampingi Ketua Daerah Kodaeral XIV Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Maulina Djatmoko, serta Prajurit dan PNS Kodaeral XIV serta Anggota Persatuan Purnawirawan TNI AL (PPAL) Wilayah Sorong melakukan kegiatan nonton bersama film The Hostage’s Hero di Bioskop XXI Sorong, Kamis 2 April 2026, sore.
Film yang ditayangkan secara seretak tersebut berkisah tetang Letkol Taufiq yang merupakan seorang perwira TNI Angkatan Laut (TNI AL) sedang mempersiapkan misi perjalanan ke Eropa bersama KRI Dewa Ruci.
Namun, perjalanan Letkol Taufiq ke Eropa batal karena ia mendapat perintah kembali ke Tanah Air, lantaran maraknya kasus pembajakan kapal di Selat Malaka pada tahun 2004.
Demi menjaga kedaulatan perairan dan nama baik bangsa Indonesia di mata dunia Internasional, Letkol Taufiq diutus memimpin operasi patroli sebagai komandan KRI Karel Satsuitubun-356.
Bersama para prajurit dan awak kapal TNI AL terpilih, Letkol Taufiq melakukan berbagai persiapan intensif. Puncaknya, saat kapal tanker MT Pematang milik PT Pertamina dilaporkan telah dibajak oleh sekelompok perompak bersenjata yang dipimpin oleh Jalaludin.
Insiden itu mengubah misi patroli biasa menjadi sebuah operasi penyelamatan sandera yang menuntut strategi cepat dan keberanian tingkat tinggi.
Walau kapal fregat yang ditumpangi oleh Letkol Taufiq dan prajurit serta awak kapal dalam kondisi tidak siap tempur untuk misi anti pembajakan, dia dengan terpaksa mempercayai semangat para anaknya untuk terjun langsung menyelamatkan para sandera.
Operasi penyelamatan yang berbahaya dan mematikan dengan insiden baku tembak ini, akhirnya para prajurit berhasil melumpuhkan seluruh perompak dan menyelamatkan para sandera dari kapal tanker MT Pematang untuk dievaluasi ke KRI Karel Satsuitubun-356.
Selain menyampaikan pesan patriotisme, film ini juga bertujuan mengenalkan masyarakat pada tugas mulia TNI AL yang selalu siaga menjaga perairan Indonesia, namun di sisi lain, para prajurit juga manusia biasa yang memiliki keluarga, istri, dan anak yang mereka tinggalkan ketika sedang bertugas dalam waktu yang lama.
Film ini dibuat agar bisa memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai Indonesia dan menanamkan jiwa kepahlawanan, sehingga dapat membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya pengabdian, keberanian dan cinta Tanah Air.
Tampak suasana seru penuh atusias dan haru terlihat pada saat para penonton menyaksikan film tersebut, dimana cerita film juga memperlihatkan dilema antara kerinduan kepada keluarga di rumah atau dedikasi tanpa batas untuk menjaga kedaulatan negara, adapun tema film tersebut adalah “Duty, Honor, and Love”. */RON
