Alami Serangan Jantung di Perjalanan, Ibu Sitti Bersyukur Ditanggung JKN

Sorong – Rasa syukur tak henti diucapkan Sitti Hajina Samaun (69), peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah, saat ditemui di ruang perawatan RSAL Dr. Oetojo Kota Sorong. Sudah lebih dari tiga hari ia menjalani perawatan setelah mengalami serangan jantung secara tiba-tiba saat dalam perjalanan pulang menggunakan angkutan umum.
Ibu Sitti menceritakan, kejadian itu berlangsung begitu cepat. Saat itu ia sedang dalam perjalanan pulang, namun tiba-tiba merasakan nyeri di bagian dada yang membuat tubuhnya lemas.
Kondisinya yang semakin memburuk membuat warga sekitar dan penumpang lain segera membantunya untuk mendapatkan pertolongan. Ia pun langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Waktu itu rasanya sakit sekali, dada terasa sesak dan badan sudah tidak kuat. Alhamdulillah saya langsung dibawa ke rumah sakit dan cepat ditangani,” ujar Ibu Sitti.
Selama menjalani perawatan, Ibu Sitti mengaku sangat bersyukur karena seluruh pelayanan kesehatan yang ia terima dapat dijamin melalui Program JKN. Menurutnya, di tengah kondisi sakit yang datang secara tiba-tiba, kehadiran jaminan kesehatan sangat membantu dirinya dan keluarga, terutama dari sisi pembiayaan.
“Alhamdulillah saya tidak perlu memikirkan biaya pengobatan. Semua ditanggung, jadi saya bisa fokus untuk sembuh. Pelayanannya juga bagus, perawat dan dokter sangat perhatian, fasilitasnya juga baik. Saya merasa sangat terbantu,” ungkapnya.
Sebagai peserta bantuan iuran dari Pemerintah Daerah, Ibu Sitti mengaku sangat bersyukur bisa terdaftar sebagai peserta JKN. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, terlebih dengan kondisi kesehatannya yang memang cukup sering membutuhkan pelayanan medis dengan biaya yang tidak sedikit.
Selain menjalani perawatan akibat serangan jantung, Ibu Sitti juga merupakan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan karena memiliki riwayat penyakit hipertensi. Ia mengatakan selama ini dirinya rutin memanfaatkan Program JKN untuk berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan, mulai dari kontrol kesehatan, pengobatan mata, klaim kacamata, hingga layanan gawat darurat.
“Kalau saya berobat, kontrol, ambil obat, periksa mata, sampai klaim kacamata juga pakai BPJS Kesehatan. Jadi memang sangat terasa manfaatnya. Apalagi saya punya riwayat hipertensi, jadi memang harus rutin periksa,” tuturnya.
Di akhir perbincangan, Ibu Sitti berharap Program JKN terus hadir dan membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perlindungan kesehatan. Baginya, JKN bukan hanya sekadar program, tetapi menjadi penolong di saat kondisi darurat datang tanpa diduga.
“Saya sangat bersyukur. Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu harus bagaimana. Terima kasih BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah yang sudah membantu masyarakat seperti saya,” pungkasnya. (*)
