Tanggapi Peristiwa Tragis di Tambrauw, Nakes se-PBD Sampaikan Kecaman dan Tuntutan

Kapabar – Peristiwa penyerangan yang mengakibatkan tewasnya satu orang tenaga kesehatan (nakes) berinisial YL yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, belum lama ini, ditanggapi oleh sembilan Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan se-Provinsi Papua Barat Daya.
Menanggapi peristiwa tersebut, sembilan organisasi ini melakukan aksi damai sekaligus menyampaikan kecaman serta tuntutan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw dan aparat keamanan (TNI-Polri) di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, Rabu 18 Maret 2026.
Dalam kecaman dan tuntutan yang dibacakan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Sorong, dr. Feliks Duwit, Sp.PD, MPH, menyebutkan bahwa:
Pertama, Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan se-Provinsi Papua Barat Daya menyatakan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa tragis yang menimpa dua orang tenaga kesehatan di Kabupaten Tambrauw
Kedua, Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan se-Provinsi Papua Barat Daya menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi seluruh komunitas kesehatan di wilayah Provinsi Papua Barat Daya
Ketiga, Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan se-Provinsi Papua Barat Daya mengutuk keras segala bentuk kekerasan, intimidasi atau tindakan anarkis yang dilakukan dan terjadi pada tenaga kesehatan yang menjalankan tugas kemanusiaan di daerah terpencil
Keempat, Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan se-Provinsi Papua Barat Daya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya serta aparat keamanan untuk memberikan jaminan keamanan yang konkret tanpa adanya jaminan keamanan dan keselamatan, sulit bagi tenaga kesehatan untuk berada dan menjalankan tugas pelayanan kesehatan di wilayah yang beresiko tinggi
Kelima, Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan se-Provinsi Papua Barat Daya mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif dan menangkap pelaku pembunuhan tersebut agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku
Keenam, Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan se-Provinsi Papua Barat Daya akan melakukan evaluasi penempatan tenaga kesehatan di daerah-daerah konflik, termasuk di wilayah Kabupaten Tambrauw jika keamanan tidak terjamin, Organisasi Profesi memiliki kewajiban moral untuk menarik atau merelokasi anggotanya demi keselamatan nyawa
Ketujuh, Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan se-Provinsi Papua Barat Daya menyatakan bahwa peristiwa ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada sistem kesehatan di wilayah Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang akan berdampak pada akses pelayanan kesehatan masyarakat
Menanggapi kecaman dan tuntutan tersebut, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau mengatakan bahwa, peristiwa tragis itu telah mencoreng rasa kemanusiaan.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa tragis ini. Semoga, arwah dari korban diberikan ketenangan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” ucap Wagub Ahmad Nausrau.
Menurut Wagub, Pemprov Papua Barat Daya telah mengambil sejumlah langkah-langkah dalam menyikapi peristiwa tragis itu.
“Langkah yang kami ambil, mulai dari melakukan pertemuan dengan unsur Forkopimda guna membahas situasi keamanan di Kabupaten Tambrauw,” kata Wagub.
Wagub menjelaskan, Polda Papua Barat Daya juga telah menerjunkan personel Brimob untuk melakukan pengamanan sekaligus pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan.
“Harapan kita, para pelaku segera ditangkap, sehingga tidak menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Tambrauw,” pungkasnya. *RON
