KPw BI Papua Barat Gelar 4th KASUARI, 32 Pelaku UMKM Ikuti Kurasi

Kapabar – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Papua Barat kembali menyelenggarakan 4th KASUARI (Kurasi, Pelatihan Kapasitas UMKM Berdikari) yang berlangsung di Vega Prime Hotel & Convention Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis 12 Februari 2026.
Kegiatan KASUARI ini merupakan proses kurasi UMKM potensial dan unggulan lokal yang menilai standar dan kualitas produk, serta visi pengembangan usaha sehingga dapat memenuhi permintaan dan selera pasar.
Analis KPw Bank Indonesia Papua Barat, Akhmad Yudha mengatakan bahwa, kegiatan kurasi yang diikuti para pelaku UMKM tersebut akan melalui tahapan terukur dan berbasis kualitas.
“Tingginya antusiasme pelaku UMKM dapat dilihat dari 100 pelaku UMKM kabupaten-kota di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya yang telah mendaftar. Namun, melalui proses seleksi administrasi terpilih 28 UMKM dari Papua Barat dan 32 UMKM dari Papua Barat Daya untuk mengikuti kurasi,” kata Akhmad.
Menurut Akhmad, untuk menjaga kualitas dan profesionalitas dalam kegiatan kurasi itu, KPw Bank Indonesia bekerja sama dengan Rumah Kurasi yang berasal dari Kota Kediri, Jawa Timur.
“Mereka ini, tim kurasi yang telah bersandar nasional serta ada beberapa kriteria yang nantinya kami paparkan. Kami harap, seluruh pelaku UMKM ini dapat mengikuti kurasi dengan pikiran terbuka dan semangat untuk terus bertumbuh, jadikan kurasi sebagai sarana refleksi dan perbaikan bagi usaha yang sedang dijalankan,” ungkap Akhmad.
Akhmad menambahkan, bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis UMKM bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pelaku UMKM yang berhasil lolos kurasi akan berkesempatan mengikuti pendampingan dan pelatihan pengembangan usaha, keikutsertaan dalam kegiatan promosi perdagangan, serta event lainnya yang berskala regional, nasional dan internasional,” terang Akhmad.
Kegiatan KASUARI itu juga dirangkai dengan Kick-Off Strategic Regional Program (SRP): Torang Creative and Ecotourism Festival Tahun 2026 sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah kerjanya melalui pengembangan UMKM, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata berbasis kearifan budaya lokal.
“Kegiatan TCEF untuk mengintegrasikan agar UMKM, ekonomi kreatif dan ekowisata dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” jelasnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa, di tahun ini, kegiatan TCEF akan kembali diselenggarakan di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
“Kegiatan TCEF merupakan bentuk apresiasi dan kepercayaan Bank Indonesia terhadap antusiasme masyarakat Kota Sorong serta kolaborasi yang hangat dan konstruktif dengan pemerintah daerah,” paparnya.
Kepercayaan itu didapatkan dari capaian kegiatan TCEF tahun 2025 yang sangat positif, diantaranya jumlah pengunjung sebanyak 4.500, 90 booth UMKM, 270 peserta lomba, 3 talkshow thematik dan total penjualan UMKM mencapai Rp1,8 miliar.
“Total business matching (pembiayaan) sebesar Rp2,5 miliar serta terselenggaranya Papua Fashion Show perdana di Tanah Papua melalui kolaborasi dengan Dekranasda Papua Barat Daya. Capaian ini, menunjukkan kalau TCEF bukan sekadar event namun menjadi platform strategis mendorong transaksi riil, pembiayaan UMKM dan penguatan ekonomi kreatif daerah,” paparnya.
Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Viktor Fransiskus Solossa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KPw Bank Indonesia Papua Barat atas kehadiran dan peran aktif dalam pengembangan UMKM di Papua Barat Daya.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya senantiasa mengharapkan keterlibatan Bank Indonesia melalui berbagai ragam kegiatan yang mendorong pemberdayaan masyarakat serta pembangunan ekonomi kerakyatan khususnya bagi pelaku UMKM,” ujar Viktor Solossa.
Menurut Viktor, Bank Indonesia hadir tidak hanya dalam bentuk pendampingan konseptual, tetapi juga melalui memfasilitasi pelatihan dan bantuan sarana prasarana produk yang tepat guna serta peningkatan kapasitas UMKM di bidang digital pemasaran dan penguatan daya saing.
“Pendekatan yang komprehensif ini sangat relevan dengan kebutuhan UMKM Papua Barat Daya yang sedang mengalami pertumbuhan. Kami juga mengapresiasi Bank Indonesia karena telah melibatkan pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar baik di tingkat nasional dan internasional,” pungkas Viktor. *RON
