Terkini

Pemkot Sorong Gelontorkan Rp17 Miliar Perkuat Program Sekolah Gratis 

Kapabar – Dalam memperkuat program sekolah gratis sebagai wujud implementasi komitmen dalam menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong menggelontorkan anggaran senilai Rp17 miliar. 

Kepada awak media, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat mengatakan melalui penganggaran Rp17 miliar per tahun, pemerintah ingin memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan yang bebas pungutan sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Papua Barat Daya.

Menurut Wali Kota, kebijakan sekolah gratis merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi Papua yang unggul dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas dan Papua Emas 2045.

“Pendidikan gratis bukan sekadar jargon. Ini aksi nyata. Kalau kita ingin Papua maju dan sejajar, maka pendidikan harus dijamin oleh negara dan pemerintah daerah,” ujar Septinus Lobat di Gedung Lambert Jitmau, Sabtu 31 Januari 2026.

Wali Kota menegaskan, seluruh sekolah yang masuk dalam program sekolah gratis dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apa pun. Pemerintah kota akan melakukan evaluasi ketat terhadap sekolah yang masih membebani peserta didik dan orang tua.

“Anggaran sudah kami siapkan. Jika masih ada pungutan, sekolah tersebut akan kami evaluasi bahkan digantikan pengelolanya,” tegasnya.

Selain bersumber dari APBD Kota Sorong, pelaksanaan sekolah gratis juga diperkuat melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang mengalokasikan dukungan anggaran sekitar Rp6 miliar per tahun.

“Ini kerja kolaboratif antara kota dan provinsi. Anggaran bisa bertambah seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pendidikan yang meningkat,” katanya.

Septinus berharap, kebijakan sekolah gratis dapat diadopsi oleh seluruh kabupaten di Papua Barat Daya agar pembangunan sumber daya manusia berjalan merata dan berkelanjutan.

“Tidak boleh ada daerah tertinggal dalam pendidikan. Lima kabupaten lain harus ikut menerapkan sekolah gratis,” ujarnya.

Selain sektor pendidikan, Pemkot Sorong juga menempatkan layanan kesehatan sebagai prioritas pembangunan daerah yang terangkum dalam visi pembangunan kota yang bersih, maju, hijau, aman, dan sejahtera.

“Pendidikan dan kesehatan adalah dua pilar utama. Masyarakat yang sehat dan terdidik adalah kunci kemajuan Sorong dan Papua Barat Daya ke depan,” katanya. *RON 

Tampilkan Lebih Banyak
Back to top button