RJK Targetkan Raja Ampat Jadi Lumbung Penghasil Kopra

Kapabar – Anggota Komisi IV DPR-RI, Robert Joppy Kardinal atau RJK mengatakan bahwa Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya ditargetkan menjadi lumbung penghasil kopra sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Hal ini, diutarakan RJK saat mengunjungi dan meninjau proses pembibitan kopra di Kampung Tolobi, Distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat Kamis 11 Desember 2025.
Menurut RJK, Raja Ampat memiliki sekitar 2.260 pulau, dan hampir 80 persen di antaranya tidak berpenghuni, sehingga potensi lahan kosong yang luas itu dinilai sangat strategis untuk pengembangan tanaman kelapa.
“Jika satu hektare lahan ditanami kelapa, bisa memberikan keuntungan hampir Rp100 juta per tahun. Ini sangat menjanjikan dan dapat mendorong masyarakat bergerak di bidang ekonomi,” ujar RJK.
RJK mengatakan, saat ini, sebanyak 12.408 bibit kelapa tengah disemaikan di dua lokasi yakni 3.000 bibit di Kampung Weijim, Distrik Kepulauan Sembilan dan 9.408 bibit di Kampung Tolobi, Distrik Kofiau, Raja Ampat.
“Bibit-bibit tersebut rencananya akan mulai disalurkan kepada masyarakat dalam satu hingga dua minggu ke depan untuk ditanam di lahan kosong masing-masing,” katanya.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program ini sebagai bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, yang memang menargetkan sektor kelapa sebagai penopang ekonomi daerah.
Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Tolobi, Santos Ambafen, turut memberikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Anggota Komisi IV DPR-RI tersebut.
“Kami masyarakat kampung sangat mendukung kebijakan ini. Karena, lahan masih luas dan kami siap menanam kopra sebanyak mungkin,” katanya. *RON
