Jelang Nataru, Inflasi Papua Barat Daya Terkendali di Angka 1,5 Persen

Kapabar – Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Setian mengatakan bahwa, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) inflasi di Provinsi Papua Barat Daya tergolong terkendali di angka 1,5 persen YTD (year to date).
“Sampai dengan bulan November 2025, inflasi di Papua Barat Daya termasuk terkendali di angka 1,5 persen YTD,” ujar Setian kepada wartawan di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis 4 Desember 2025.
Dikatakan Setian, angka 1,5 persen tersebut lebih rendah dari tingkat inflasi nasional dan berada dalam batas bawah target inflasi secara nasional 2,5% ± 1%.
“Melihat kondisi dan pemantauan harga yang dilakukan oleh Tim TPID ada sejumlah komoditas yang perlu kami waspadai dalam pengendalian inflasi menjelang Nataru,” ungkap Setiap.
Sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai Tim TPID ialah, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan daging ayam ras yang cenderung mengalami kenaikan harga yang mulai dirasakan sejak awal bulan.
“Selain komoditas, kami juga mewaspadai jasa angkutan udara. Karena, jumlah maskapai penerbangan yang terbatas dan aktivitas liburan wisatawan yang cukup tinggi di akhir tahun ini,” jelas Setian.
Oleh karena itu, sambung dia, Tim TPID akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, grosir hingga pusat perbelanjaan untuk memantau ketersediaan pasokan dan menjaga kestabilan harga bahan pokok.
“Kami sudah mendapat arahan dari Bapak Wakil Gubernur akan dilakukan kegiatan pasar murah, untuk mengurangi tekanan inflasi untuk sejumlah komoditas yang kami waspadai,” pungkasnya. *RON
