Pesta SINOLI, BI dan Stakeholder Teken Komitmen Bersama Dukung Ekspor di Papua Barat Daya


Kapabar – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Papua Barat menginisiasi kegiatan Pekan Data Statistik – Sinergi Stabilitas Inflasi dan Akselerasi Industri (Pesta SINOLI) di Provinsi Papua Barat Daya yang dilangsungkan di PT Bina Nelayan Jaya, Jl. Cakalang, Kota Sorong, Senin 23 Juni 2025.
Pesta SINOLI tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama dukungan ekspor di Provinsi Papua Barat Daya yang melibatkan KPw Bank Indonesia Papua Barat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Papua dan Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Barat Daya.
Kepala KPw Bank Indonesia, Setian mengatakan bahwa, KPw Bank Indonesia Papua Barat telah menyelenggarakan Pesta SINOLI sejak tahun 2024, kemudian dilanjutkan pada tahun 2025.
“Pesta SINOLI 2025 ini bertujuan untuk menghimpun data atau statistik, khususnya peranan kami sebagai advisor pemerintah dalam pengendalian inflasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi di Papua Barat Daya,” ujar Setian.
Dikatakan Setian, dalam Pesta SINOLI 2025 itu terdapat serangkaian kegiatan didalamnya yang meliputi XPLOR (Export Perdana Pelaku Usaha) dan Pojok Kakap Merah (mini exhibition produk ekspor).
“Keesokan harinya, kami akan menyelenggarakan kegiatan talkshow dengan tema “Torang Baku Kuat, Ekspor Baku Jalan” dengan narasumber yang datang dari Australia,” ungkap Setian.
Diakui Setian, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) triwulan I tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya mencapai angka 4,82 persen.
“Tingkat pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 atau 2024. Dimana, pertumbuhan ini ditopang oleh komponen ekspor yang dapat memberikan kontribusi sebesar 29,73 persen yang lebih tinggi dari konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan investasi,” jelas Setian.
Dia menambahkan, dalam aktivitas ekspor di Papua Barat Daya terdapat sejumlah produk yang mendominasi, misalnya produk berkode HS71 atau logam mulia, perhiasan maupun permata.
“Produk berkode HS71 ini menduduki komposisi dengan pangsa 50 persen. Kemudian, produk dengan kode HS03 atau produk perikanan yang menduduki urutan kedua dengan komposisi pangsa 46,6 persen,” bebernya.
Ia juga menyebutkan, aktivitas ekspor di Papua Barat Daya ditujukan ke sejumlah negara di Benua Asia seperti, Malaysia, Jepang, Singapura dan China dengan pangsa mencapai 44 persen.
“Oleh sebab itu, melalui Pesta SINOLI ini kami harapkan sinergi dan kolaborasi sekaligus komitmen bersama dari berbagai pihak dalam meningkatkan ekspor di Papua Barat Daya,” tuntasnya.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau menyatakan apresiasi serta dukungan Pemprov Papua Barat Daya dalam kegiatan Pesta SINOLI 2025.
“Pesta SINOLI 2025 diharapkan menjadi wadah bagi semua pelaku ekonomi, untuk terus meningkatkan partisipasi menuju Papua Barat Daya yang maju dan sejahtera,” ujar Ahmad Nausrau.
Menurut Ahmad Nausrau, Papua Barat Daya mempunyai potensi sumber daya alam yang kaya dengan kualitas terbaik dibandingkan dengan daerah atau negara lain.
“Sehingga, diikuti dengan potensi ekspor yang sangat luar biasa. Ini merupakan karunia dari Tuhan yang harus dan disyukuri bersama, bentuk rasa syukur itu harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan, kemakmuran seluruh masyarakat Papua Barat Daya,” ucap Ahmad Nausrau.
Ahmad Nausrau, potensi sumber daya alam yang kaya itu baik dari laut maupun hutan harus dimaksimalkan untuk menjadi kapitalis guna mendorong perekonomian di Papua Barat Daya.
“Untuk itu, kami berkomitmen untuk menciptakan kemudahan investasi mulai dari perizinan serta iklim usaha yang kondusif bagi para pelaku usaha atau investor. Sehingga bisa menjadi pendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Papua Barat Daya,” tutupnya. *RON
