Terkini

40 Wartawan Ikuti Pelatihan Penulisan Berita Feature dan Investigasi

Kapabar – Sebanyak 40 wartawan dari sejumlah media massa di Provinsi Papua Barat Daya mengikuti pelatihan penulisan berita feature dan investigasi di Fave Hotel Sorong, Kota Sorong yang berlangsung dua hari pada tanggal 19-20 Desember 2024.

Pelatihan penulisan berita feature dan investigasi yang diisi oleh pemateri Martha Warta Silaban, M.Si. selaku Redaktur TEMPO tersebut merupakan kerja sama antara PWI Papua Barat Daya – SKK Migas Pamalu dan KKKS Kluster Sorong Raya.

Ketua PWI Papua Barat Daya Wahyudi mengatakan bahwa, pelatihan penulisan Feature dan Investigasi tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik, sehingga tidak sekedar berita yang disajikan namun ada karya jurnalistik lain seperti Feature dan Investigasi sebagai karya jurnalistik tertinggi.

“Pelatihan ini ditujukan untuk menambah wawasan, pengetahuan dan informasi berkenaan dengan aktivitas jurnalistik kita, karena kebutuhan ini akan memberi dampak peningkatan mutu karya jurnalistik yang akan kita hasilkan,” kata pria yang akrab disapa Yudi ini.

Menurut Yudi, pelatihan penulisan berita Feature dan Investigasi tersebut merupakan agenda yang telah digagas sejak tahun 2023 lalu.

“Namun, karena ada sejumlah kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, termasuk Konferensi PWI Papua Barat Daya, sehingga pelatihan ini baru dapat terlaksana,” ungkap Yudi.

Koordinator Departemen Formalitas dan Komunikasi (Forkom) SKK Migas Perwakilan Wilayah Papua dan Maluku, Otniel Lodewyk Wafom mengatakan kerja sama dan kolaborasi antara SKK Migas Papua Maluku maupun KKKS dan sahabat jurnalis melalui PWI Papua Barat Daya telah terjalin baik.

Oleh karena itu, sambung Otniel,  dengan adanya sinergi ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang membangun dan berimbang, sebab SKK Migas dan KKKS mendapat amanat dari negara untuk terus meningkatkan lifting minyak dan gas untuk memenuhi kebutuhan minyak dan gas tanah air.

“Dengan kolaborasi yang baik antara SKK Migas bersama KKKS juga PWI Papua Barat Daya dapat menyajikan pemberitaan yang positif juga berimbang, kami harapkan adanya dukungan dari semua pihak agar kegiatan industri hulu migas di Papua Maluku dapat menjawab kebutuhan minyak dan gas,” tuntas Otniel. *RON

Tampilkan Lebih Banyak
Back to top button