Terkini

Sagu Jadi Sumber Kehidupan Masyarakat Kampung Klayas

Kapabar – Di siang yang cukup terik dan menyengat, rombongan wartawan asal Sorong dan Jakarta diajak oleh PT Kilang Pertamina International (KPI) Refinery Unit (RU) VII Kasim untuk mengunjungi Kampung Klayas, Distrik Seget, Kabupaten Sorong, untuk melihat secara langsung program Community Development (Comdev) di Kampung Klayas sebagai kampung binaan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Untuk bisa mengunjungi Kampung Klayas, rombongan wartawan menumpangi speedboat berkapasitas 25 orang dan menempuh jalur laut dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Jalur laut menjadi alternatif rombongan, karena akses jalur darat mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga sukar bagi mobil melaluinya.

Setibanya di Kampung Klayas, suguhan rumah-rumah masyarakat yang sederhana namun tertata rapi dan bersih. Ditambah lagi dengan penduduk setempat yang cukup ramah menyambut kedatangan rombongan, mampu menciptakan kehangatan dan kenyamanan selama berada di kampung ini.

Salah satu program Comdev dari PT KPI RU VII Kasim yang cukup menarik perhatian rombongan ialah Rumah Sagu yang dikelola oleh kelompok masyarakat berjumlah 10 orang untuk mengelola sagu, mulai dari menebang, membelah, memotong kecil-kecil, memarut hingga menyaring dengan cara menyiramkan air lalu diendapkan, hingga akhirnya menjadi sagu.

Di Rumah Sagu ini, rombongan disambut oleh 3 orang pekerja, dimana salah satu dari mereka adalah Ketua Kelompok Rumah Sagu Kampung Klayas bernama Arkilaus Katumlas (46 tahun) yang tampak penuh semangat memarut potongan kecil batang sagu, supaya menjadi serbuk sebelum akhirnya disaring dengan air.

Kaos kerah warna merah-hitam yang dikenakan Arkilaus basah penuh keringat karena seharian bekerja memarut sagu. Akan tetapi, Arkilaus tetap antusias bekerja sambil meladeni pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh rombongan wartawan, untuk memperoleh informasi terkait sagu.

Arkilaus bercerita, sebelumnya, dalam mengelola sagu, ia dan beberapa temannya bekerja secara manual sesuai dengan tradisi di Papua. Namun, dengan adanya bantuan dari PT KPI RU VII Kasim berupa sarana prasarana di Rumah Sagu sehingga memudahkan dirinya dalam mengelola sagu untuk dikonsumsi secara pribadi ataupun dijual hingga ke Kota Sorong.

“Dengan adanya tempat pengolahan sagu (Rumah Sagu) yang dibantu oleh Kilang Pertamina Kasim di Kampung Klayas, membuat pekerjaan kami lebih mudah. Sagu yang kami olah cukup lumayan bisa untuk dimakan ataupun dijual ke pasar di Kota Sorong dengan menempuh jalur laut ataupun darat,” kisah Arkilaus.

Arkilaus mengakui, dalam memasarkan sagu olahannya ke Kota Sorong, dirinya membawa sebanyak 50 tuman sagu yang dihargai Rp 50 ribu per tumannya.

“Dari hasil penjualan sagu itu, kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari di kampung ini. Kami juga harapkan, bantuan dari Kilang Pertamina Kasim tidak berhenti sampai disini, tetapi terus berjalan berkesinambungan,” ungkap Arkilaus.

Area Manager Comm, Rel, CSR & Comp RU VII Kasim Ferdy Saputra menyampaikan kenapa dalam program Comdev salah satu yang diangkat adalah sagu? Karena, sagu merupakan bahan makanan pokok di Papua, khususnya di Kampung Klayas.

“Selama ini, mereka mencari sagu di hutan. Mulai dari menebang, membelah dan memotong pohon sagu semuanya dilakukan di hutan. Jadi, pada tahun 2021 kami berinisiasi untuk menjalankan program Comdev dengan membangun Rumah Sagu dan membentuk kelompok masyarakat yang mengelola sagu,” jelas Ferdy.

Tak hanya itu, sambung Ferdy, melalui program Comdev juga dilakukan pembelian mesin parut sagu serta pengadaan roda tiga untuk mobilisasi sagu dari hutan ke Rumah Sagu.

“Kemudian, kami membantu sarana prasarana di Rumah Sagu ini. Dengan harapan, bantuan yang kami berikan dapat berguna bagi masyarakat Klayas dalam mencari rejeki,” terang Ferdy.

Menurut Ferdy, dalam pengelolaan Rumah Sagu, PT KPI RU VII Kasim sifatnya mendampingi masyarakat apabila terdapat permasalahan atau hal yang ingin didiskusikan. “Kami punya tim yang rutin ke lapangan untuk melakukan kunjungan ke Kampung Klayas,” ungkap Ferdy.

Kunjungan rombongan ini ke Kampung Klayas sempat terhenti sejenak di Pasar Kampung Klayas yang juga merupakan binaan program Comdev PT KPI RU VII Kasim untuk membeli barang dagangan Mama-mama Papua.

Seusai itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke PT KPI RU VII Kasim yang terletak di Kampung Kasimle, Distrik Seget, Kabupaten Sorong menumpangi taksi lokal dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer dari Kampung Klayas.

Setibanya di PT KPI RU VII Kasim, rombongan dipersilahkan menikmati hidangan makan siang yang telah dipersiapkan oleh mereka, sebelum melanjutkan kegiatan kunjungan ke area kilang atau tempat produksi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Bio Solar b35.

Penulis : Ronny Sidabutar (Wartawan Kabar Papua Barat)

Tampilkan Lebih Banyak
Back to top button