Terkini

Loka POM Sorong Temukan Produk Rusak

Kapabar – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Sorong berkolaborasi bersama Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas PMPTSP dan Dinas Ketahanan Pangan melakukan kegiatan intensifikasi pangan tahap V di sejumlah sarana distributor dan ritel pangan di Kota Sorong, Senin 1 April 2024.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengintensifkan pengawasan pangan dalam rangka penguatan pengawasan jelang hari raya Idul Fitri. Dimana pada momen hari raya tentu selalu ada peningkatan kebutuhan pangan dari masyarakat.

Baik untuk produk pangan dalam kemasan maupun dalam bentuk siap saji, sehingga dibutuhkan kualitas pangan yang terjaga keamanannya.

Kepala Loka POM Sorong Rizki Okprastowo mengatakan, sebelum masuk pada pengawasan tahap V, timnya juga telah menuntaskan pengawasan tahap I hingga tahap IV pada ritel pangan yang ada di Kota dan Kabupaten Sorong.

“Intensifikasi pangan kali ini sudah masuk tahap ke-V, dan hari ini pelaksanaannya di wilayah Kota Sorong. Pada tahapan pengawasan sebelumnya kita lakukan di Kabupaten Sorong dan juga ada beberapa di Kota Sorong. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menjaga keamanan pangan selama ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H,” terang Rizki kepada awak media.

Sidak kali ini, Loka POM masih menemukan beberapa produk tidak sesuai ketentuan yang dipajang pada salah satu ritel pangan. Sebagai tindakannya, produk tersebut akan diretur oleh penanggung jawab sarana kepada distributor.

“Tadi masih kami temukan produk pangan kedaluwarsa dan rusak yang dipajang. Oleh sebab itu, kami beri peringatan kepada pengelola maupun pemilik sarana. Itu sebagai bentuk pembinaan agar lebih peduli dan bertanggungjawab terhadap produk yang dijual. Selanjutnya, produk yang tidak memenuhi ketentuan tersebut akan diretur oleh penanggung jawab sarana kepada distributor,” terang Rizki.

Namun, Rizki memastikan bahwa temuan produk rusak pada Sidak kegiatan intensifikasi pangan tersebut bukan karena unsur kesengajaan. Melainkan, biasanya pemilik toko lupa atau terlewat saat melakukan pengecekan.

“Produk yang rusak namun masih dipajang kami rasa bukan unsur kesengajaan, melainkan lebih karena karena terlewat pada saat pengecekan. Pada umumnya produk (rusak) tersebut jarang ditemukan di ritel atau supermarket besar, melainkan di toko-toko kecil karena keterbatasan pegawai dan perputaran penjualan produknya lambat, sehingga memungkinkan adanya produk yang kedaluwarsa,” ungkapnya.

Dalam intensifikasi ini juga, pihak Loka POM juga memberikan pembinaan kepada pihak sarana ritel terkait bahaya dari produk tidak sesuai standar jika dikonsumsi. Harapannya pihak ritel tidak lagi memajang produk (rusak) yang dimaksud apalagi memperjualbelikannya.

Rizki menambahkan, keseluruhan rangkaian tahapan kegiatan intensifikasi pangan akan dilakukan dalam VI tahap. Dimana tahap terakhir akan berlangsung hingga setelah hari raya Idul Fitri. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir sebab pengawasan terhadap produk obat dan makanan akan tetap rutin dilakukan.

“Walaupun Intensifikasi ini berakhir, masyarakat tidak perlu khawatir karena kami tetap melakukan pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap produk obat dan makanan yang beredar di wilayah kerja Loka POM di Sorong. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat,” tandas Rizki. *RON

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button

Penerimaan Mahasiswa Baru UNAMIN


banner popup

This will close in 20 seconds