Terkini

Hadirkan Saksi Ahli dan Serahkan Bukti, Pihak Wiro dan Femmy Optimis pada Sidang Putusan

Kapabar – Wiro Limanow dan Femmy Tjiulan  beserta penasehat hukum merasa optimis setelah mereka menghadirkan 3 orang saksi dan seorang saksi ahli, dalam sidang lanjutan sidang praperadilan, Rabu (13/13) yang mereka ajukan terkait adanya kesalahan prosedur yang diduga dilakukan oleh Polsek Sorong Barat. Berselang sehari, sidang kembali digelar di Pengadilan Negeri Sorong dengan agenda pemberian kesimpulan, Kamis (14/12).

“Sidang pemeriksaan saksi itu berlangsung kemarin Dan hari ini atau tadi, Kamis (14/12) sekitar jam 11 WIT kita kembali sidang kesimpulan,” kata Arfan Poretoka selaku penasehat hukum dari Wiro dan Femmy.

Arfan mengatakan, dalam sidang pemeriksaan saksi, pihaknya menghadirkan 3 saksi dan seroang saksi ahli pidana spesialis hukum dan pembuktian. Lanjut kuasa hukum pemohon, pihak mereka menghadirkan saksi ahli Dr. Hasrul Buamona, S.H.,M.H., yang merupakan dosen sekaligus ahli hukum pada Fakultas Hukum Magister Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta.

“Kesaksian beliau sangat luar biasa dan diapresiasi oleh Majelis Hakim. Hal tersebut karena karena dalam persidangan kemarin banyak hal yang diulas, yang sekaligus menggambarkan pengalaman saksi ahli dalam banyak sidang praperadilan di Yogyakarta,” kata Arfan.

Dikatakan Arfan, pihak Polsek Sorong Barat yang diwakili oleh Polres Sorong Kota juga selalu menghadiri persidangan termasuk pemeriksaan saksi. Meskipun sayang, mereka tidak menghadirkan satupun saksi pada sidang kemarin.

Menurut Arfan fakta di persidangan cukup terlihat, yang mana pihaknya sebagai pihak pemohon sudah membuktikan secara maksimal, berkaitan dengan administrasi maupun dengan keterangan saksi serta ahli yang telah dihadirkan di persidangan.

Arfan juga mengakui dan mengapresiasi ketegasan Hakim, yang membuat ia yakin bahwa Ketua Majelis akan melihat fakta persidangan dan bukti-bukti yang sudah diajukan sebelumnya.

Ditambahkan Arfan, pada sidang kesimpulan tadi dirinya tadi telah memberikan seluruh kesimpulan dari seluruh rangkaian persidangan yang telah berjalan kepada Majelis Hakim.

“Jadi tadi kita hanya menyerahkan hasil kesimpulan kita dan tinggal menunggu sidang putusan yang rencananya akan dilangsungkan Senin, 18 Desember 2023,” tuntas Arfan.

Sebelumnya, atau sekitar 8 tahun yang lalu telah terjadi transaksi jual beli mesin pancang antara Wiro dan adiknya yang berinisial WNL.

Saat itu Wiro membeli mesin pancang tersebut dari adiknya seharga Rp 40.000.000, yang mana karena merasa mereka adalah saudara kandung, nota ataupun kwitansi pun dianggap tidak perlu keberadaannya.

Namun ternyata, WNL malah mempersoalkan transaksi tersebut dan melaporkan Wiro serta istrinya, Femmy ke Polsek Sorong Barat atas dugaan penipuan dan penggelapan. Tidak terima dengan adanya laporan itu dan penahanan Femmy oleh pihak kepolisian, pihak Wiro dan Femmy mempraperadilkan permasalahan itu ke pengadilan.

Praperadilan ditempuh setelah pihak Femmy dan Wiro merasa Polsek Sorong Barat melakukan penahanan tidak sesuai prosedur.

“Karena klien kami ditetapkan sebagai tersangka tidak sesuai prosedurlah pemicu adanya praperadilan ini. Harapan kami tentu praperadilan ini jadi pengingat buat pihak kepolisian, agar tidak menetapkan seseorang menjadi tersangka secara seenaknya,” tegas Arfan.*HMF

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button

Penerimaan Mahasiswa Baru UNAMIN


banner popup

This will close in 20 seconds